Nasional

Menteri Amran sebut Bantuan untuk Warga Miskin Takalar Terbesar Sepanjang Sejarah

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman

Kumbanews.com – Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman mengatakan bantuan pertanian di era pemerintahan Jokowi-JK sejak 2014 hingga 2019 untuk Sulawesi Selatan totalnya mencapai Rp 15,7 triliun.

Terdiri dari bantuan untuk Kabupaten Takalar Rp 375,3 miliar, Gowa Rp 780,2 miliar, Jeneponto Rp 455,7 miliar, Bantaeng Rp 249,8 miliar, Bulukumba Rp 509,3 miliar, Sinjai Rp 335,8 miliar dan Kabupaten Selayar Rp 440,3 miliar.

“Bantuan hari ini untuk Takalar sebesar Rp 33 miliar. Berupa ayam 165 ribu ekor gratis kandang, vaksin dan pakan selama 6 bulan, bibit kelapa 5 ribu batang, kambing, sapi, benih sayuran, bibit mangga, benih padi, jagung dan alat mesin pertanian. Bantuan ini diberikan Bapak Presiden Jokowi kepada petani. Bantuan kami bawa terbanyak sepanjang sejarah,” tutur Amran saat berkunjung ke Kabupaten Takalar, Jumat (12/4).

Khusus bantuan alat mesin pertanian, total bantuan 2015 hingga 2018 untuk Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 25.410 unit, nilainya Rp 920,6 miliar. Di Takalar, bantuan alat mesin pertanian yang digelontorkan mencapai 1.986 unit nilainya Rp 49 miliar.

“Dan di awal pemerintahan Jokowi-JK telah dialokasikan anggaran Rp 3 triliun untuk pembangunan tiga bendungan di Jeneponto, Sidrap dan Luwu,” terangnya.

Lebih lanjut Amran menegaskan pertanian Selawesi Selatan hingga saat ini semakin tumbuh dan petani mendapatkan harga yang tinggi. Pasalnya ekspor komoditas pertanian dari Sulawesi Selatan sudah langsung ke China dan Eropa, sehingga tidak lagi transit di Lampung dan Surabaya. Secara nasional, ekspor pertanian hingga saat ini melonjak 26 persen dengan nilai  Rp 1.700 triliun.

“Baru-baru ini kita ekspor dari Sulawesi Selatan senilai Rp 800 miliar. Ke depan volume ekspor terus kita tingkatkan,” tegasnya.

Kata Amran lagi, karena Kabupaten Takalar, Gowa, Jeneponto dan Bantaeng merupakan lumbung jagung, Kementan menargetkan untuk membangun pabrik pakan. Karenanya, dia pun bangga kepada petani di daerah ini yang mengoptimalkan lahan tadah hujan hingga gunung untuk ditanami jagung.

“Ini berkat kebijakan yang tepat sehingga membuat petani semangat tanam jagung. Mimpi besar kami karena di sini daerah jagung, kita bangun pabrik pakan. Perintah Bapak Presiden, harga jagung minimal Rp 3.150 per kilogram, sehingga petani dipastikan sejahtera,” ujarnya.

“Hasilnya, dulu kita impor jagung 3,5 juta ton, nilainya Rp 10 triliun. Tapi hari kita sudah membalikkan keadaan dari impor menjadi ekspor. Kita sudah menyetop impor dari Amerika dan Argentina,” tambah Amran. (*)

Facebook Comments
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top