Politik

Teguh Santoso: Prabowo Pakai Ilmu Sun Tzu

Prabowo Subianto

Kumbanews.com – Opening statement calon presiden Prabowo Subianto dalam sesi debat keempat akhir Maret lalu lebih berbobot dibandingkan dengan opening statement petahana Joko Widodo.

Dari pernyataan-pernyataan Prabowo itu, audience dapat mengikuti pokok pikirannya yang runut dalam membangun bangsa.

“Diawali dengan pernyataan bahwa Pancasila adalah ideologi final bagi Indonesia, diikuti pemaparan bahwa kekuatan negara tergantung pada civil society dan aparatus negara yang kuat, yang tidak mengenal praktik suap dan jual beli jabatan,” ujar pemerhati hubungan internasional Teguh Santosa ketika berbicara dalam disksui Ngopi dari Sebrang Istana yang diselenggakan lembaga survei Kedai Kopi di Resto Ajang Ijing, Jalan Ir. H. Juanda, Jakarta Pusat, Kamis siang 4 Maret 2019.

Setelah faktor-faktor internal itu mapan, ujar Teguh, barulah sebuah bangsa memiliki harga diri dalam pergaulan internasional.

Teguh membandingkan apa yang disampaikan Prabowo itu dengan salah satu ajaran dalam teori perang Sun Tzu yang mengatakan, hanya mereka yang sungguh-sungguh membangun kekuatan diri yang dapat memenangkan pertempuran.

Teguh mengatakan, pernyataan Prabowo mengenai lembaga-lembaga pemerintah yang harus bersih dari praktik korupsi dan praktik jual beli jabatan memperlihatkan pemahaman dirinya bahwa negara yang kuat hanya bisa dijalankan dengan baik oleh lembaga-lembaga negara yang bersih dan berdedikasi untuk kepentingan rakyat banyak.

Dia mengingatkan bahwa cita-cita reformasi adalah menciptakan negara yang kuat, dimana civil society dan aparatus negara kuat.

Bukan situasi otoriatianisme dimana civil society lemah, dan aparatus negara kuat. Atau mobokrasi dimana civil society sangat kuat, namun negara lemah. (*)

Facebook Comments
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top