Puluhan Paket Bansos Covid-19 Belum Dibagikan, Ini Penjelasan Kapolsek Tallo

Puluhan Paket Bansos Covid-19 di ruang Kasium Polsek Tallo.

Kumbanews.com – Ditengah pandemi covid -19 pemerintah pusat menyalurkan bantuan sosial (bansos) pemerintah pusat yang dikemas dalam kantong berwarna merah putih.

Bacaan Lainnya

Bantuan pemerintah pusat ini sudah berjalan tahun lalu 2020, dengan bertuliskan bantuan Presiden Republik Indonesia. Bantuan itu diperuntukkan untuk masyarakat yang terkena dampak covid- 19 yang disalurkan ke seluruh wilayah Indonesia.

Di Sulsel sendiri bantuan sembako Presiden disalurkan ke Polda Sulsel, kemudian dibagikan ke seluruh jajaran untuk disalurkan ke masyarakat di wilayahnya masing-masing yang kena dampak Covid-19.

Seperti halnya Polsek Tallo, diberikan tugas untuk membagikan sembako kepada warga yang ada di wilayahnya. Akan tetapi bantuan sembako tersebut masih terlihat di kantor Polsek Tallo.

Sementara dari pantauan kumbanews dan bahkan sempat didokumentasikan terlihat puluhan bantuan presiden tersebut belum disalurkan ke warga. Bahkan masih tersimpan rapi di ruang Kepala Seksi Umum (Kasium) Polsek Tallo dengan jumlah puluhan kantong sembako.

Kapolsek Tallo Kompol Sahruddin, saat dikonfirmasi mengaku jika sembako tersebut sudah tersalurkan ke semua warga, melalui unit Bhabinkamtibmas. Ia menyebut jumlah sembako yang sudah dibagi sebanyak 140 paket.

“Kita sudah berikan ke masyarakat yang tidak mampu dan semua habis terbagi di 3 (tiga) titik. Di wilayah Rappokalling terbagi dua wilayah dan Tammua Tallo. Ucap Saharuddin. Selasa, 26 Januari 2021.

Sementara saat diperlihatkan poto puluhan sembako yang masih ada di ruang Kasium , Saharuddin menjelaskan kalau sembako di ruang Kasium itu belum sempat dibagikan dan akan dibagi nanti.

“Sembako di ruang Kasium dan juga yang ada di teras itu belum sempat kami bagikan. Nanti akan kita bagi bila mandapatkan masyarakat yang betul-betul layak untuk menerima bantuan. Barang itu tidak rusak meski sudah lama, karena dia terbungkus. Isinya beras dan saya tidak tahu apa lagi isinya, yang jelas nanti bakalan dibagi. Ujar Saharuddin.

Di tempat terpisah aktivis Muallim Bahar, S.H menanggapi Kapolsek Tallo dan jajarannya yang belum membagikan sembako Covid-19.

Muallim mengatakan” kalau memang isi sembako itu masih utuh dan tidak tersalurkan, bagi saya anggota di Polsek Tallo Makassar, harus diberi pelajaran karena tidak amanah dalam menjalankan perintah presiden untuk membagikan sembako bagi warga yang kena dampak Covid-19. Jangankan amanah yang lebih besar, membagikan paket sembako saja masih teledor. Ucap Muallim Bahar saat melalui pesan Whatsapp yang diterima redaksi kumbanews, Selasa sore.

Lanjut Muallim, “jikalau betul itu adalah bantuan dari presiden , maka sangat tidak elok jikalau polisi dijadikan istitusi pembagi paket sembako. Itu penggunaannya tidak sesuai kan, ada Kementerian Sosial dan lain lainnyanya. “Tutup Muallim Bahar

 

 

 

Muh.Yusuf Hafid

Pos terkait