Kumbanews.com – Sebuah video viral mengejutkan warga Maros. Siswa SMP 4 Bantimurung menemukan ulat di dalam buah salak yang dibagikan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Buah busuk itu bahkan tergeletak di atas meja siswa saat dibelah.
Video yang diambil pada Selasa (14/10/2025) menunjukkan ulat keluar dari buah salak, membuat siswa terkejut. Kejadian ini memicu kemarahan orang tua dan masyarakat.
Endah Pangesti, Koordinator Satuan Pengelola Program Gizi (SPPG) Maros Bantimurung- Kalabbirang, membenarkan insiden ini dan meminta maaf.
“Yang viral itu benar dari SMPN 4 Bantimurung. Orang tua siswa melapor ada ulat di buah salak. Kami menyesal dan akan memperketat proses sortir agar tidak terulang,” ujar Endah, Rabu (15/10/2025).
Proses sortir dilakukan tim dapur sejak pukul 16.00 hingga 04.00 Wita. Dari total 150 kilogram buah yang dipesan, sekitar 16 kilogram rusak. Dugaan kelalaian akibat kelelahan memungkinkan beberapa buah busuk lolos.
Program MBG melayani 11 sekolah dengan 1.714 siswa, termasuk 809 siswa di SMPN 4 Bantimurung, dengan dukungan 48 tenaga dapur.
Bupati Maros, AS Chaidir Syam, telah menindaklanjuti laporan ini dengan evaluasi dan peringatan kepada pihak dapur. Dia menegaskan, insiden ini murni keteledoran dan tidak boleh merusak tujuan program MBG yang bertujuan meningkatkan gizi siswa.
“Program MBG sangat bermanfaat. Kami pastikan kualitas makanan terus diawasi agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas Chaidir. Dinas Kesehatan juga mendampingi SPPG untuk memastikan seluruh dapur segera memperoleh sertifikat higienitas. (**)





