Prabowo Tetapkan Biaya Haji 2026, Dari Aceh hingga Jakarta, Ini Rincian Lengkapnya

Ilustrasi

Kumbanews.com – Presiden Prabowo Subianto resmi menetapkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2026 melalui Keputusan Presiden Nomor 34 Tahun 2025. Keppres ini mengatur besaran biaya dan nilai manfaat haji reguler maupun khusus, serta mekanisme penyetoran melalui bank yang ditunjuk BPKH.

Untuk jamaah haji reguler, nilai manfaat dialokasikan mencapai Rp 6,69 triliun, digunakan untuk akomodasi, konsumsi, transportasi, layanan di Arafah-Muzdalifah-Mina, perlindungan, pembinaan jemaah, serta pelayanan umum di Indonesia dan Arab Saudi. Sementara haji khusus, nilai manfaat ditetapkan Rp 7,23 miliar.

Bacaan Lainnya

Berikut rincian BPIH 2026 per embarkasi:

Aceh: Rp 78.324.981 (Bipih Rp 45.109.422)

Medan: Rp 79.379.071 (Bipih Rp 46.163.512)

Batam: Rp 87.380.981 (Bipih Rp 54.125.422)

Padang: Rp 81.085.481 (Bipih Rp 47.869.922)

Palembang: Rp 87.422.481 (Bipih Rp 54.206.922)

Jakarta (Pondok Gede, Cipondoh, Bekasi): Rp 91.758.281 (Bipih Rp 58.542.722)

Solo: Rp 86.448.981 (Bipih Rp 53.233.422)

Surabaya: Rp 93.860.981 (Bipih Rp 60.645.422)

Balikpapan: Rp 88.791.481 (Bipih Rp 55.575.922)

Banjarmasin: Rp 88.754.481 (Bipih Rp 55.538.922)

Makassar: Rp 89.108.738 (Bipih Rp 55.893.179)

Lombok: Rp 88.167.381 (Bipih Rp 54.951.822)

Kertajati: Rp 91.774.581 (Bipih Rp 58.559.022)

Yogyakarta: Rp 86.170.981 (Bipih Rp 52.955.422)

Keppres mulai berlaku sejak 13 November 2025. Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji, baik dari pelayanan, akuntabilitas keuangan, maupun perlindungan jemaah. Menteri Haji dan Umrah diberi mandat untuk menetapkan ketentuan teknis pelaksanaan lebih lanjut. (***)

 

Pos terkait