Kumbanews.com – Citra pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai tercoreng akibat pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengenai pemulihan listrik di wilayah bencana Aceh. Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, menilai klaim Bahlil bahwa listrik di Aceh Tamiang “hampir pulih total” tidak sesuai kondisi nyata yang dialami warga.
Jerry menyebut tindakan tersebut sebagai kebohongan terbuka di hadapan publik dan dapat menyesatkan Presiden. “Sangat miris terjadi di pemerintahan Prabowo, ada seorang menteri yang membohongi Presiden,” ujar Jerry, Rabu (10/12).
Ia menegaskan, informasi dari pejabat publik seharusnya akurat, terlebih dalam situasi bencana. “Faktanya di lapangan, listrik padam selama 10 hari dan tidak menyala sama sekali,” tegasnya.
Lebih lanjut, Jerry mengecam klaim kinerja Bahlil terkait penanganan pemulihan listrik di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
“Bahlil mengklaim listrik menyala di Aceh Tamiang. Mulut Bahlil isinya sampah dan kebohongan,” tambahnya. (***)





