Dulu, hidupnya dipenuhi kegagalan. Ia terus mencoba berbagai usaha, tapi selalu gagal. Lebih pahit lagi, ia pernah ditipu orang modal yang dikumpulkan dengan susah payah lenyap begitu saja. Rasa sakit itu begitu dalam, membuatnya meragukan diri sendiri, bertanya-tanya apakah semua perjuangan ini ada artinya.
Malam-malam panjang ia habiskan duduk dalam kesunyian, menatap secangkir kopi dingin sambil memikirkan bagaimana caranya bangkit. Dada sesak, hati hampir menyerah, tapi matanya tak bisa berhenti memikirkan keluarga yang bergantung padanya.
Setiap pagi adalah tantangan baru. Ia bangun dengan harapan, tapi kerap pulang dengan kecewa. Anak-anak menatapnya dengan mata polos, istri tersenyum mencoba menyembunyikan kekhawatiran.
Kadang, di tengah malam yang sunyi, ia dan istrinya duduk di teras, saling memeluk, dan menangis bersama. Tangisan mereka bukan karena menyerah, tapi karena rasa sakit yang menumpuk kehilangan, penipuan, kekecewaan, dan ketidakpastian.
Namun di balik air mata itu lahir tekad yang lebih besar mereka berdua berjanji akan berhasil.
Tidak hanya untuk diri sendiri, tapi untuk keluarga mereka yang tercinta.
Hari demi hari, mereka terus berjuang. Dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya, dari satu luka ke luka berikutnya, mereka belajar, memperbaiki diri, dan mencoba lagi. Ia menemukan jalannya di dunia kuliner.
Malam-malam panjang di dapur, rasa cemas menghadapi stok bahan dan pelanggan, ketakutan gagal lagi semua itu kini menjadi bagian dari perjalanan yang membentuknya menjadi lebih tangguh, lebih tegar. Dan akhirnya, kerja keras itu membuahkan hasil.
Kini, ia adalah salah satu pengusaha kuliner sukses di Kota Belopa, Kabupaten Luwu. Tahun baru ini menjadi momen yang begitu berharga: ia bisa membawa keluarga liburan, menginap di hotel, dan memanjakan istri serta anak-anak.
Anak-anak tertawa riang saat mencicipi makanan favorit mereka, mata mereka berbinar saat bermain di kolam renang hotel, dan sang istri menatapnya dengan mata penuh haru semua itu menjadi bukti nyata bahwa semua lelah, tangisan, dan pengkhianatan masa lalu tidak sia-sia.
Dalam momen itu, ia menyadari sesuatu yang sederhana tapi kuat: kebahagiaan sejati bukan soal materi atau kesuksesan semata, tapi soal memberi waktu, perhatian, dan senyum bagi orang-orang yang kita cintai.
Setiap tetes keringat, setiap malam tanpa tidur, setiap tangisan bersama, semuanya terbayar ketika melihat keluarga tersenyum bahagia.
Kisahnya adalah pengingat bagi kita semua: hidup tidak selalu mudah. Kita akan gagal, dikhianati, jatuh, dan terluka. Tapi dari setiap jatuh, ada pelajaran. Dari setiap luka, ada kekuatan untuk bangkit.
Dari setiap kegagalan, ada jalan menuju kesuksesan jika kita berani mencoba lagi, belajar dari kesalahan, dan tetap bertahan.
Bagi siapa pun yang sedang berjuang, inilah kenyataan yang tak ternilai: jangan takut gagal. Jangan menyerah meski dikhianati. Bahkan ketika menangis dan hampir putus asa, tetaplah bertekad dan bangkit. Kesuksesan akan datang pada mereka yang berani bertahan, belajar dari luka, dan menatap tujuan dengan keyakinan yang tak tergoyahkan.
Tahun baru ini bukan sekadar pergantian kalender, tetapi simbol nyata bahwa perjuangan akan membuahkan hasil. Dan hidup, sungguh hidup, terasa lebih indah ketika bisa dinikmati bersama mereka yang kita cintai.
Penulis: Musfirah
Editor: Fyla Abdul





