Ewa, Ketua RT 5 Berjiwa Muda, Menata Lingkungan dan Memberdayakan UMKM

Wahab, Ketua RT 5, RW 2, Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate,

Kumbanews.com – Di lorong RT 5, RW 2, Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, perubahan tidak diumumkan dengan suara keras. Ewa hadir lewat sapaan ramah, senyum yang mudah ditemui, dan obrolan santai yang perlahan menumbuhkan kesadaran warga.

Di balik cara kerja sederhana itu, ada sosok Wahab, yang akrab disapa Ewa, seorang Ketua RT 5 berjiwa muda, bersahaja, dan rendah hati, yang memilih bekerja nyata daripada banyak bicara.

Bacaan Lainnya

Bagi Ewa, menjadi Ketua RT bukan soal jabatan, melainkan amanah. Ia dikenal dekat dengan warga, mudah ditemui, dan tidak menjaga jarak. Sejak awal, ia menegaskan bahwa lingkungan harus dibangun tanpa sekat.

“Saya tidak mau lagi ada si A dan si B. Kita semua sama dan harus saling bersinergi, sejalan dengan arahan Bapak Wali Kota Makassar, Bapak Camat, dan Bapak Lurah,” ujarnya.

Edukasi Lingkungan Jadi Prioritas

Memasuki awal tahun 2026, persoalan kebersihan menjadi fokus utama Ewa. Namun ia memilih jalur yang manusiawi. Saat ini, langkah yang ditempuh masih pada tahap edukasi dan sosialisasi kepada warga.

Dari obrolan ringan hingga pertemuan kecil, Ewa mengajak warga memahami perbedaan sampah organik dan non-organik.

Ia juga menjelaskan bahwa botol plastik dan sampah tertentu memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan baik.

Bersama ketua RW, ia mendorong penyediaan bak sampah lingkungan agar warga tidak lagi membuang sampah sembarangan.

“Sekarang kita bangun dulu kesadarannya. Kalau sudah paham, baru sistemnya kita jalankan,” katanya tenang.

Bagi Ewa, kebersihan bukan sekadar soal aturan, tetapi soal kepedulian dan kebiasaan yang tumbuh dari kesadaran bersama.

UMKM Diberi Ruang untuk Tumbuh

Komitmen Ewa terhadap UMKM warga sudah terlihat bahkan sebelum ia dilantik. Dengan kepedulian dan kreativitasnya, ia membuka ruang bagi pedagang kecil untuk berkembang.

Sebuah titik lingkungan yang dulunya berada di samping tempat pembuangan kini dibersihkan dan dimanfaatkan sebagai area jualan kuliner. Para pedagang yang sebelumnya berjualan di lorong sempit perlahan mulai merasakan dampaknya.

“Alhamdulillah, setelah diberi ruang yang lebih layak, omzet mereka meningkat. Itu yang membuat saya bahagia,” ucapnya sambil tersenyum.

Bagi Ewa, mendukung UMKM bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga tentang memberi kesempatan dan menjaga martabat warga.

Jiwa Muda dan Sikap Bersahaja

Latar belakang Ewa sebagai mantan Ketua MAPALA Universitas Indonesia Timur (UIT) periode 2003-2004, serta anggota Makassar Trail Adventure Community (MATRAC), membentuk karakternya yang tangguh namun tetap rendah hati. Ia terbiasa bergerak, bekerja di lapangan, dan berkolaborasi dengan banyak kalangan.

Ia juga dikenal rutin menginisiasi kegiatan warga, termasuk perayaan 17 Agustus, yang selalu melibatkan pemuda dan pelaku UMKM, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat.

Kerja Nyata yang Terlihat

Bersama ketua RW, Ewa mulai mengambil langkah konkret: menutup drainase di lorong sempit yang rawan kecelakaan, merencanakan penyediaan bak sampah lingkungan, serta menyusun musrenbang terkait pembangunan dan pengaspalan jalan lorong yang belum tersentuh.

Musyawarah ini akan digelar pada 3 Desember mendatang di Masjid Jamiatul Khaer, Mallengkeri, sebagai bagian dari perencanaan pembangunan tahun ini.

“Setelah dilantik, saya ingin langsung bergerak. Tidak perlu banyak bicara, kerja itu harus terlihat,” tegasnya.

RT 5 RW 2, Ujung Tombak Kota Makassar

Sebagai bagian dari RW 2, RT 5 RW 2 berperan sebagai ujung tombak kota Makassar sekaligus penyambung lidah pemerintahan. Lingkungan ini menghadirkan aspirasi warga, menggerakkan masyarakat, dan memberdayakan UMKM.

Ajakan Ewa untuk Warga

Di awal 2026, Ewa menitipkan pesan sederhana kepada warga:

“Mari kita jaga lingkungan kita bersama. Tidak ada lagi si A atau si B. Semua dimulai dari kesadaran dan dibuktikan lewat kerja.”

Dari menata lingkungan hingga UMKM, Ewa membuktikan bahwa perubahan bisa dimulai dari hal kecil, dengan cara sederhana. Dengan sikap ramah, pendekatan tulus, dan kerja nyata yang konsisten, ia menunjukkan bahwa kepemimpinan berjiwa muda lahir dari kehadiran dan tindakan, bukan janji.

 

 

Penulis: Fyla Abdul

Editor: Musfirah

 

 

 

 

Pos terkait