Turki Nyatakan Dukungan untuk Program 3 Juta Rumah dan Pembangunan IKN

Pertemuan 2+2 Indonesia-Turko (Foto: Kemlu RI)

Kumbanews.com – Pemerintah Turki menyatakan kesiapan mendukung program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, termasuk proyek pembangunan 3 juta unit rumah dan pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Komitmen tersebut tertuang dalam Joint Declaration hasil pertemuan perdana 2+2 Foreign and Defence Ministers’ Meeting Indonesia-Turki yang digelar di Ankara, Turki, pada Jumat, 9 Januari 2026.

Bacaan Lainnya

Pertemuan ini dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, Menteri Luar Negeri RI Sugiono, Menteri Pertahanan Nasional Turki Yaşar Güler, serta Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin. Agenda tersebut juga bertepatan dengan peringatan 76 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Turki.

“Para Menteri Turki menyatakan kesediaan untuk mendukung program-program prioritas Pemerintah Indonesia, termasuk proyek perumahan 3 juta unit dan pengembangan ibu kota baru Nusantara,” demikian pernyataan bersama yang dirilis usai pertemuan.

Selain dukungan terhadap proyek strategis nasional, kedua negara sepakat mendorong Dana Kekayaan Turki (Turkish Wealth Fund/TWF) dan Danantara untuk mengevaluasi peluang kerja sama serta investasi bersama.

Sejumlah sektor potensial yang dibahas meliputi pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik, industri petrokimia, serta proyek energi dan pertambangan.

“Para Menteri juga mendorong TWF dan Danantara untuk mengevaluasi kemungkinan bidang kerja sama dan peluang investasi bersama,” lanjut pernyataan tersebut.

Di bidang investasi, Indonesia dan Turki sepakat menjajaki peluang pembaruan Perjanjian Promosi dan Perlindungan Investasi guna meningkatkan mobilisasi investasi swasta di kedua negara.

Sementara dalam sektor perdagangan, kedua pihak menegaskan pentingnya meningkatkan volume perdagangan bilateral hingga 10 miliar dolar AS, sebagaimana telah ditetapkan oleh para pemimpin kedua negara. Indonesia dan Turki juga menyambut baik proses menuju penyelesaian awal Perjanjian Perdagangan Preferensial (PTA) sebagai langkah menuju Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA). (***)

 

Pos terkait