Kumbanews.com – Akhir pekan sering disebut sebagai waktu paling dinanti. Namun, tak sedikit orang justru merasa lelah meski hari libur telah berlalu. Alih-alih beristirahat, akhir pekan kerap diisi agenda padat, dari undangan keluarga, pekerjaan tertunda, hingga kewajiban sosial lainnya.
Padahal, esensi akhir pekan adalah memberi ruang bagi tubuh dan pikiran untuk bernapas sejenak.
Di tengah ritme hidup yang serba cepat, beristirahat bukan lagi soal tidur lama, melainkan tentang bagaimana seseorang benar-benar hadir untuk dirinya sendiri. Menikmati secangkir kopi tanpa tergesa, berjalan santai di pagi hari, membaca buku yang lama tertunda, atau sekadar mematikan notifikasi ponsel selama beberapa jam.
Psikolog menyebutkan, istirahat berkualitas mampu menurunkan tingkat stres dan meningkatkan fokus saat kembali beraktivitas. Bahkan, kegiatan sederhana seperti berbincang hangat dengan keluarga atau mendengarkan musik favorit dapat memberi efek relaksasi yang signifikan.
Akhir pekan juga menjadi momen tepat untuk mengevaluasi diri. Bukan untuk menghakimi, melainkan menyadari batas kemampuan dan kebutuhan pribadi. Tidak semua undangan harus dipenuhi, dan tidak semua pekerjaan harus diselesaikan hari ini.
Pada akhirnya, menikmati akhir pekan adalah tentang memilih: memilih untuk melambat, memilih untuk peduli pada diri sendiri, dan memilih untuk tidak selalu produktif.
Karena istirahat bukan tanda kalah, melainkan cara agar tetap kuat melangkah.
Editor: Musfirah





