Dari Olimpiade ke PPPK Paruh Waktu: Nasib Nurul Akmal yang Terlupakan

Aksi lifter putri Tanah Air, Nurul Akmal kecewa hanya diangkat sebagai PPPK paruh waktu di Aceh. (NOC Indonesia/Naif Muhammad Al’as/Canon Indonesia)

Dari medali Olimpiade hingga pengabdian penuh, lifter Aceh ini hanya mendapat status paruh waktu, jauh di bawah rekan-rekan seprestasinya.

Kumbanews.com – Nurul Akmal, lifter kelas berat yang menjadi kebanggaan Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, kini menghadapi kenyataan pahit: diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu pada Kamis (29/1/2026) di Banda Aceh.

Bacaan Lainnya

Prestasi internasionalnya tak mampu menjamin pengakuan yang setara. Saat rekan-rekan berprestasi diganjar jabatan PNS, perwira TNI, atau Polri, Nurul hanya memperoleh status paruh waktu. Kekesalan keluarga tak bisa disembunyikan.

“Semoga Presiden RI Prabowo Subianto mendengar cerita ini. Ada anak bangsa yang dilupakan walau sudah memberikan seluruh jiwa raganya untuk negara ini,” ujar Hasballah, ayah Nurul, Sabtu (31/1/2026).

Kisah Nurul bermula sejak SMA pada 2010. Pelatih Efendi Eria menemukan bakatnya ketika mengangkat padi di kampung halamannya, Desa Serbajaman Tunong. Dengan disiplin tinggi, Nurul menjadi lifter putri Indonesia pertama di kelas berat yang lolos Olimpiade, sekaligus atlet Aceh pertama tampil di ajang tersebut setelah 33 tahun.

Prestasinya mentereng: medali emas Asian Games 2018 (test event), medali perak Islamic Solidarity Games 2017, serta medali SEA Games 2021 dan 2023. Namun, rekomendasi KONI Aceh agar Nurul mendapatkan posisi di bank daerah atau instansi setara nyatanya tak pernah terwujud.

Hasballah menegaskan perjuangan panjang mereka agar Nurul memperoleh kepastian masa depan sebagai ASN belum berbuah. “Harapan terakhir ada di tangan Presiden Prabowo. Semoga ada solusi yang adil, menjamin masa depan dan hari tuanya,” katanya.

Ketidakadilan ini mencerminkan masalah sistemik: penghargaan bagi atlet berprestasi sering kali tertunda, tidak proporsional, atau tergantung keberuntungan. Nurul Akmal menjadi simbol dari mereka yang mengharumkan nama bangsa, namun dilemahkan oleh birokrasi dan prioritas yang tak jelas.

Profil Singkat Nurul Akmal

Nama: Nurul Akmal

Lahir: Aceh, 12 Februari 1993

Cabang: Angkat Besi (+87 kg)

Prestasi Utama: Medali Emas Asian Games 2018, Medali Perak Islamic Solidarity Games 2017, Medali Perak SEA Games 2021 & 2023, Olimpiade Tokyo 2020

Pos terkait