Kumbanews.com – Bocah WNI tewas ditabrak di Singapura dalam kecelakaan tragis di kawasan Chinatown pada 6 Februari 2026. Peristiwa ini mengguncang publik karena pengemudi mobil kini bebas dengan jaminan, sementara keluarga korban masih berjuang menghadapi duka.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.00 waktu setempat di South Bridge Road. Saat itu, keluarga korban menyeberang jalan ketika sebuah mobil listrik keluar dari area parkir dan langsung berbelok ke kanan. Mobil tersebut menghantam ibu dan anak yang berada di belakang sang ayah.
Kronologi Kecelakaan
Sang ayah berjalan lebih dulu sambil mendorong kereta bayi anak mereka yang berusia dua tahun. Namun, mobil melaju dan menabrak ibu serta kakaknya yang berusia enam tahun.
Benturan keras membuat korban mengalami cedera kepala serius. Tim medis segera membawa korban ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan. Dokter berusaha menyelamatkan nyawanya, tetapi luka yang terlalu parah membuat korban meninggal dunia pada hari yang sama.
Keluarga kemudian memulangkan jenazah ke Jakarta dan memakamkannya pada 8 Februari 2026.
Kondisi Ibu Korban
Ibu korban mengalami luka berat akibat tabrakan tersebut. Dokter masih merawatnya secara intensif dan terus memantau perkembangan kesehatannya. Meski sudah bisa berbicara, ia masih membutuhkan pemulihan lanjutan.
Sejak hari pertama, KBRI Singapura mendampingi keluarga. Petugas membantu pengurusan dokumen, memfasilitasi komunikasi dengan pihak rumah sakit, dan memastikan keluarga mendapat dukungan penuh.
Proses Hukum Berjalan
Polisi Singapura langsung memeriksa pengemudi mobil, seorang perempuan berusia 38 tahun. Aparat menyelidiki dugaan kelalaian dalam mengemudi yang menyebabkan kematian.
Otoritas kemudian membebaskan pengemudi dengan jaminan sesuai hukum setempat. Meski begitu, polisi tetap melanjutkan penyelidikan. Mereka mengumpulkan bukti, memeriksa saksi, dan menelusuri rekaman CCTV di lokasi kejadian.
KBRI menegaskan akan terus mengawal kasus bocah WNI tewas ditabrak di Singapura hingga proses hukum selesai.
Solidaritas Diaspora Indonesia
Kasus bocah WNI tewas ditabrak di Singapura mendorong solidaritas diaspora Indonesia. Sejumlah komunitas langsung menggalang dana untuk membantu biaya pengobatan dan kebutuhan keluarga korban.
Dukungan tersebut menunjukkan kepedulian kuat antarwarga Indonesia di luar negeri.
Peristiwa bocah WNI tewas ditabrak di Singapura kini menjadi perhatian luas. Publik menunggu hasil penyelidikan resmi dan berharap aparat menegakkan hukum secara transparan serta adil.





