Kumbanews.com – Masjid Al-Aqsa kembali menjadi sorotan setelah aparat Israel melakukan penindakan di kompleks suci tersebut saat bulan Ramadan. Peristiwa ini memicu kecaman dan mempertegas ketegangan di Palestina.
Aparat Israel menangkap imam dan khatib Masjid Al-Aqsa, Syaikh M Ali Al Abbasiy. Mereka juga membatasi jumlah jamaah salat Jumat selama Ramadan. Banyak pihak menilai tindakan itu melanggar kebebasan beribadah di Masjid Al-Aqsa.
Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, meminta pemerintah Indonesia dan negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) segera merespons tindakan tersebut. Ia menilai gangguan berulang di Masjid Al-Aqsa menunjukkan Israel tidak serius mewujudkan perdamaian Palestina.
“Kejahatan Israel yang kembali terjadi di Masjid Al-Aqsa membuktikan Israel tidak menginginkan perdamaian, apalagi berdirinya negara Palestina,” ujar Hidayat, Jumat (20/2/2026).
Menurut dia, Indonesia harus aktif bersama negara anggota OKI yang tergabung dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BOP). Negara seperti Arab Saudi, Turki, Pakistan, dan Qatar perlu mengangkat isu Masjid Al-Aqsa sebagai agenda utama.
Hidayat menegaskan keselamatan Masjid Al-Aqsa dan kebebasan umat Islam beribadah harus menjadi syarat penting terciptanya perdamaian. Ia juga mengingatkan bahwa persoalan Masjid Al-Aqsa bukan hanya urusan OKI.
Pada 2016, UNESCO menetapkan Masjid Al-Aqsa sebagai situs warisan umat Islam. Keputusan itu memperkuat legitimasi umat Muslim untuk beribadah di kawasan tersebut.
Karena itu, Hidayat meminta komunitas internasional, termasuk negara anggota PBB, ikut mendesak Israel menghentikan tindakan yang memicu ketegangan di Masjid Al-Aqsa.
“Jika pelanggaran terus terjadi, dunia tidak boleh diam. Hak umat Islam untuk beribadah di Masjid Al-Aqsa harus dijamin,” tegasnya.





