Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Tetap Solid di Tengah Eskalasi Konflik Iran–AS–Israel

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memastikan ekonomi RI tetap solid meski konflik Iran–AS–Israel memanas. Penerimaan pajak tumbuh 30 persen. (Istimewa)

Kumbanews.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan perekonomian Indonesia masih dalam kondisi terkendali meski tensi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel terus meningkat.

Pernyataan itu disampaikan Purbaya usai mengikuti diskusi Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah tokoh nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa malam (3/3/2026).

Bacaan Lainnya

Menurut Purbaya, pemerintah telah mengkaji berbagai kemungkinan jika krisis global berlangsung lebih lama dari perkiraan. Hasil analisis sementara menunjukkan fundamental ekonomi nasional masih cukup kuat.

Salah satu indikatornya adalah kinerja penerimaan negara. Ia menyebut penerimaan pajak pada Januari–Februari 2026 tumbuh hingga 30 persen secara tahunan.

“Tax collection kita membaik. Januari–Februari tumbuh 30 persen. Itu angka yang signifikan, artinya ada perbaikan di ekonomi dan kepatuhan pajak maupun bea cukai,” ujarnya.

Terkait potensi lonjakan harga energi akibat perang Iran versus AS–Israel, Purbaya memastikan pemerintah telah menyiapkan sejumlah simulasi, terutama dalam asumsi harga minyak dunia untuk APBN 2026.

Ia menjelaskan, pemerintah menghitung skenario kenaikan harga minyak pada level tertentu selama satu tahun anggaran. Selama kenaikan masih berada dalam rentang asumsi makro yang telah ditetapkan, dampaknya diyakini masih bisa diserap.

“Kalau masih dalam batas asumsi, bisa kita absorb. Tapi kalau ekstrem sekali, tentu akan kita hitung ulang,” tegasnya.

Pemerintah, lanjut dia, terus memantau perkembangan geopolitik global dan siap melakukan penyesuaian kebijakan fiskal bila diperlukan, guna menjaga stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.

 

 

Pos terkait