Kapan Lebaran 2026? Ini Prediksi BRIN, BMKG, dan Muhammadiyah

Ilustrasi umat Islam menantikan kepastian tanggal Idulfitri 1447 Hijriah yang masih menunggu hasil sidang isbat pemerintah. 

Kumbanews.com – Umat Islam di Indonesia menunggu kepastian Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Sejumlah lembaga telah merilis prediksi tanggal Idulfitri, namun pemerintah masih menunggu hasil sidang isbat.

Penetapan awal bulan Syawal menjadi momen penting bagi umat Islam. Hari tersebut menandai berakhirnya ibadah puasa Ramadan sekaligus dimulainya perayaan Idulfitri.

Bacaan Lainnya

Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menentukan awal bulan hijriah melalui sidang isbat. Pemerintah memadukan metode hisab atau perhitungan astronomi dengan rukyat atau pengamatan hilal.

Sidang ini biasanya berlangsung pada 29 Ramadan sebelum pemerintah mengumumkan secara resmi tanggal Idulfitri.

Prediksi Lebaran Versi BRIN

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkirakan Idulfitri 1447 Hijriah jatuh pada 21 Maret 2026.

Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, menjelaskan posisi hilal pada 19 Maret 2026 saat waktu magrib di Asia Tenggara belum memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS.

Kriteria tersebut menetapkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.

Menurut Thomas, posisi hilal masih berada di bawah batas visibilitas. Karena itu, bulan Ramadan kemungkinan digenapkan menjadi 30 hari.

Jika kondisi tersebut terjadi, Idulfitri diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026.

Prediksi BMKG

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga memaparkan data posisi hilal menjelang penentuan 1 Syawal.

BMKG memperkirakan ketinggian hilal pada 19 Maret 2026 saat matahari terbenam berada pada rentang 0,91 derajat di Merauke hingga 3,13 derajat di Sabang.

Sementara itu, elongasi geosentris berkisar antara 4,54 derajat hingga 6,1 derajat.

Data tersebut menunjukkan posisi hilal belum sepenuhnya memenuhi kriteria MABIMS. Jika hilal tidak terlihat, Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari dan Idulfitri jatuh pada 21 Maret 2026.

Muhammadiyah Tetapkan Lebaran 20 Maret

Berbeda dengan lembaga lain, Muhammadiyah telah menetapkan Idulfitri 1447 Hijriah jatuh pada 20 Maret 2026.

Muhammadiyah menggunakan metode hisab yang mengacu pada Kalender Hijriah Global Tunggal.

Metode tersebut mengandalkan perhitungan astronomi tanpa menunggu pengamatan hilal secara langsung.

Pemerintah Menunggu Sidang Isbat

Sementara itu, pemerintah akan menggelar sidang isbat penentuan 1 Syawal pada 19 Maret 2026.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, mengatakan pemerintah akan memadukan data hisab dengan laporan rukyatul hilal dari berbagai daerah.

Setelah memverifikasi seluruh data, pemerintah akan mengumumkan secara resmi tanggal Idulfitri.

Meski sejumlah lembaga telah merilis prediksi, umat Islam di Indonesia tetap menunggu keputusan pemerintah melalui sidang isbat.

Pos terkait