Kumbanews.com – Euforia konser gratis BTS di Seoul kian terasa. Menjelang penampilan yang sangat dinantikan, ibu kota Korea Selatan itu diselimuti pendar cahaya merah dari berbagai landmark ikonik.
Pemerintah Metropolitan Seoul menerangi sedikitnya 15 titik strategis kota, termasuk N Seoul Tower dan Lotte World Tower, dengan warna merah selama dua jam pada hari perilisan album terbaru BTS.
Langkah ini dimaksudkan sebagai bentuk perayaan sekaligus penghormatan terhadap album terbaru mereka. Namun, keputusan tersebut justru memicu polemik.
Warna Merah Picu Protes Penggemar
Kontroversi muncul karena warna identitas BTS selama ini dikenal ungu, bukan merah. Di sisi lain, merah memiliki makna politis karena identik dengan partai oposisi utama di Korea Selatan, terlebih menjelang pemilu yang semakin dekat.
Spekulasi pun berkembang. Sejumlah pihak menduga penggunaan warna merah sarat pesan politik terselubung.
Penggemar BTS, yang dikenal sebagai ARMY, ramai-ramai menyuarakan protes di media sosial. Tagar seperti #BTSisPurple digaungkan sebagai bentuk penolakan terhadap keputusan tersebut.
HYBE Bantah Isu Politik
Menanggapi polemik yang berkembang, agensi BTS, HYBE, menegaskan bahwa warna merah merupakan konsep utama dari album terbaru grup tersebut.
Pihak agensi juga mengaku telah mengajukan penggunaan warna tersebut kepada pemerintah kota. Mereka meminta publik tidak mengaitkan perayaan itu dengan kepentingan politik.
Pengamanan Diperketat, Ribuan Personel Dikerahkan
Di tengah antusiasme besar, pemerintah dan otoritas keamanan meningkatkan kewaspadaan. Konser yang dipusatkan di kawasan Gwanghwamun Square diperkirakan menarik ribuan hingga puluhan ribu penonton.
Badan Pemadam Kebakaran Nasional menetapkan status “Siaga Khusus Tingkat 2” dengan mengerahkan sekitar 800 personel dan 100 unit peralatan. Sebanyak 50 ambulans juga disiagakan dari berbagai wilayah.
Tak hanya itu, tim penyelamat khusus hingga respons teror turut dikerahkan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
Akses Ditutup, Kota Disiapkan Total
Sejumlah ruas jalan utama di sekitar lokasi konser akan ditutup sementara. Pemerintah juga menyiapkan lebih dari 2.500 fasilitas toilet untuk menunjang kenyamanan pengunjung.
Puluhan gedung di sekitar lokasi bahkan diminta menutup akses atap guna mencegah penonton naik ke area berbahaya demi mendapatkan sudut pandang lebih baik.
Wali Kota Seoul, Oh Se Hoon, menegaskan pihaknya mengutamakan keselamatan dan kenyamanan publik.
“Kami memberi perhatian khusus pada keselamatan dan kenyamanan, agar konser ini bisa dinikmati semua orang,” ujarnya.





