Kumbanews.com – Aksi para petani di Dusun Sompobia, Desa Tadang Palie, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, yang nekat menyeberangi sungai demi mengangkut gabah akhirnya mendapat respons cepat. Video perjuangan mereka viral di media sosial dan memantik perhatian banyak pihak.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat warga memikul karung padi sambil berjalan perlahan melawan arus sungai yang cukup deras. Tanpa jembatan penghubung, mereka terpaksa melintasi aliran sungai dengan kedalaman air yang bahkan mencapai leher orang dewasa.
Kondisi tersebut bukan hal baru bagi warga setempat. Aktivitas berisiko itu sudah menjadi rutinitas, terutama saat musim panen tiba. Demi menjual hasil pertanian, para petani harus menghadapi ancaman arus deras dan debit air yang sewaktu-waktu bisa meningkat.

Merespons kondisi itu, Komandan Kodim (Dandim) 1407/Bone, Laode Muhammad Idrus, turun langsung ke lokasi untuk memastikan situasi di lapangan. Ia didampingi Camat Sibulue, Zainal, saat melakukan peninjauan, Minggu (19/4/2026).
“Kami langsung bergerak setelah melihat kondisi masyarakat yang viral di media sosial. Situasi ini memang membutuhkan perhatian serius,” ujar Idrus.
Ia menegaskan, TNI melalui Kodim 1407/Bone siap mengambil langkah konkret dengan membantu pembangunan jembatan untuk mempermudah akses warga.
“Kami bersama personel siap mendukung pembangunan jembatan. Insyaallah dalam beberapa hari ke depan mulai dikerjakan,” katanya.
Menurutnya, keberadaan jembatan akan sangat membantu masyarakat, terutama dalam mengangkut hasil panen tanpa harus mempertaruhkan keselamatan.
“Ini bagian dari pengabdian TNI kepada masyarakat. Kami ingin ke depan tidak ada lagi warga yang menghadapi kondisi seperti ini,” tegasnya.





