Ada Dugaan Peredaran Narkoba di Lapas Makassar, Ini Tanggapan Legislator Sulsel

  • Whatsapp

Anggota DPRD Sulsel, Selle KS Dalle

Kumbanews.com – Anggota DPRD Sulsel, Selle KS Dalle menyatakan peredaran narkoba di Lapas harus dihentikan. Lapas atau rutan harus menjadi tempat para narapidana menyesali perbuatannya justru menjadi tempat belajar melakukan kriminal yang berskala besar.

Bacaan Lainnya

“Tidak ada ampun bagi bandar dan pengedar narkoba,” kata Selle.

Penjara antara narapidana yang diketahui sebagai bandar, pengedar dan pemakai narkoba harus dipisahkan. Jangan sampai, kata Selle, narapidana yang awalnya hanya pemakai bisa menjadi pengedar bahkan bandar karena belajar dari dalam penjara.

“Pemakai ini hanya korban jadi harus dilakukan pendekatan manusiawi seperti rehabilitasi. Daripada masuk di Lapas kemudian disana berguru dan meningkat, yang tadinya cuma coba-coba bisa jadi bandar,” ujarnya.

Selle menyebutkan uang merupakan salah satu pengendali peredaran narkoba. Uang ini bisa mengendalikan oknum-oknum sipir untuk membantu memasukkan narkoba ke Lapas.

“Kalau ada petugas yang terbukti membantu bandar harus dihukum berat. Hukumannya harus melebihi hukuman masyarakat lainnya karena banya aturan yang dilanggar,” tegasnya.

Sebelumnya, informasi adanya dugaan peredaran narkoba di Lapas Klas I Makassar disampaikan salah seorang narapidana berinisial AR. Dia menceritakan untuk memasok nakoba masuk ke lapas harus bekerjasama dengan oknum petugas lapas. Kerjasama yang dimaksud adalah memberikan uang sebagai bentuk upeti ke oknum petugas.

Tak hanya AR, beberapa napi lainnya juga melakukan hal yang sama. Selama menjalani hukuman di lapas, AR menyebutkan beberapa nama napi yang sudah dikenal sebagai penjual narkoba di kalangan petugas lapas antara lain berinisial HDM dan DI.

Sementara, Kepala Lapas Klas 1 Makassar, Herwono Sugiastanto membantah ada peredaran narkoba di lapasnya. Kalau ada penyalagunaan narkoba di lapas tentukan pihaknya langsung bergerak cepat bertindak.

“Tidak ada hal yang demikian di rutan Makassar itu. Kalau ada kami cepat bergegas masuk ke dalam dan menutup pintu,” kata Herwono.

Pos terkait