Ada Tuner Gitar di Google Search

  • Whatsapp

Kumbanews.com – Google Search yang awalnya diciptakan untuk mengarahkan pengguna ke situs web untuk mendapatkan jawaban, kini kian berkembang sehingga kamu bisa mengonversi mata uang atau satuan, menghitung angka, prakiraan cuaca, dan masih banyak lagi.

Terkini, menurut laporan Android Police yang dikutip dari Ubergizmo, Senin (11/10/2021), Google telah memasukkan fitur tuner gitar ke dalam hasil pencarian.

Bacaan Lainnya

Meskipun gitaris sudah memiliki tuner gitar mereka sendiri, tetapi jika mereka perlu menyetel instrumen saat bepergian dan tidak membawa tuner, di situlah fitur ini berguna.

Yang perlu kamu lakukan adalah dengan mengetikkan “Google Tuner” ke dalam bilah pencarian dan kamu akan disambut dengan antarmuka khusus.

Fitur ini akan berfungsi di desktop dan versi seluler. Sebenarnya, Google Tuner tidak sepenuhnya baru karena sebelumnya sudah ada di Google Assistant.

Namun, jika kamu tidak menggunakan Google Assistant, fitur ini adalah alternatif yang sangat berguna.

Harus Aktifkan Microfon

Google Tuner mengharuskan kamu mengaktifkan mikrofon agar dapat menangkap suara dari gitar. Jadi, seberapa efektifnya fitur ini tergantung dari kualitas mikrofon dan kebisingan di sekitar.

Meski tidak akan menggantikan tuner gitar khusus sepenuhnya, tetapi ini sangat berguna dalam keadaan darurat.

Google Pakai Nama Snow Cone untuk Julukan Android 12

Di sisi lain, Google pada pekan lalu meluncurkan versi stabil dari Android 12 ke Android Open Source Project (AOSP), setelah beberapa bulan merilis developer preview dan versi beta.

Selain itu, Dave Burke, Vide President of Engineering for Android di Google juga mengungkapkan Android 12 akan kembali mendapatkan julukan makanan penutup atau dessert yaitu Snow Cone.

“Latar belakang yang keren untuk merayakan peluncuran Android Snow Cone,” cuit Dave Burke di akun media sosial Twitter resminya @davey_burke.

Dilansir Android Central, Jumat (8/10/2021), pemberian nama dessert ini dilakukan setelah sebelumnya Google meninggalkan penamaan untuk versi Android-nya pada 2019.

Sejak Android 10 diluncurkan pada 2019, setiap rilis utama dari sistem operasi tersebut hanya dirujuk dengan urutan numeriknya saja.

Hanya Digunakan di Kalangan Internal

Nama bertemakan makanan penutup untuk versi Android, sebenarnya masih digunakan oleh Google di kalangan internal mereka. Salah satunya Android 11 yang disebut “Red Velvet Cake.”

Sementara itu, mengutip Gadgets 360, Android 10 oleh Burke, juga sempat disebut Queen Cake sebelum resmi membuang penamaan bertema dessert.

Julukan Snow Cone untuk Android 12 sesungguhnya pertama kali mencuat ketika nama internal sistem operasi tersebut bocor ke publik di bulan Februari lalu.

Saat Google merilis versi Android baru, mereka memiliki kebiasaan mengganti kode internal dengan nama makanan penutup resmi yang berbeda.

Android 12 disebut akan memperkenalkan sejumlah peningkatan seperti tema dinamis, pembaruan widget, dan ditingkatkannya pengaturan privasi.

Pada I/O Developer Conference Google pada Mei lalu, Android 12 dilaporkan akan membawa bahasa desain “Material You” yang semuanya baru.

Ini juga akan membawa opsi privasi baru dan indikator di layar yang memperingatkan pengguna, saat mikrofon atau kamera internal ponsel sedang digunakan.

Google juga akan mengoptimalkan pengalaman pengguna di Android 12 dengan efisiensi daya dan kinerja CPU yang lebih baik.

Setelah diluncurkan, beberapa vendor seperti Oppo, OnePlus, dan Realme telah mengonfirmasi akan merilis custom skin mereka berdasarkan versi Android terbaru itu.

Android 12 akan dirilis terlebih dulu untuk smartphone Google Pixel seperti Pixel 5a hingga seri Pixel 3, sebelum digunakan di semua HP Android.

Tak cuma sampai di situ, XDA Developers juga melaporkan bahwa Android 13 akan diberi julukan Tiramisu, setelah Google mengungkapkannya di perubahan kode publik untuk AOSP.

 

 

Liputan6

Pos terkait