Kumbanews.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai momentum Idul Fitri 1447 Hijriah tidak hanya bermakna kemenangan spiritual, tetapi juga menjadi pengungkit ekonomi nasional.
Menurut Airlangga, pemerintah telah menyiapkan berbagai stimulus yang dapat dimanfaatkan masyarakat selama periode Lebaran 2026. Program tersebut mencakup diskon angkutan, bantuan pangan, hingga bantuan sosial (bansos).
“Kita berpuasa 30 hari, dan kemenangan ini juga berkaitan dengan ekonomi,” kata Airlangga di Jakarta, Sabtu (21/3/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah juga mendorong mobilitas masyarakat melalui kebijakan work from anywhere (WFA), yang diharapkan mampu menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan selama periode libur Lebaran.
Airlangga optimistis berbagai stimulus tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026. Pemerintah menargetkan pertumbuhan bisa mencapai 5,5 persen.
“Kita berharap pertumbuhan ekonomi kuartal pertama bisa mencapai 5,5 persen,” ujarnya.
Optimistis Meski Inflasi Berpotensi Naik
Di sisi lain, Airlangga memperkirakan tingkat inflasi pada periode Lebaran tahun ini berpotensi lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Hal itu dipengaruhi oleh tidak adanya kebijakan diskon tarif listrik seperti pada periode sebelumnya.
Meski demikian, ia tetap yakin aktivitas ekonomi selama Ramadan dan Lebaran akan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan nasional.
“Inflasi akan kita lihat hingga akhir Lebaran, tetapi basis tahun lalu memang lebih rendah,” jelasnya.
WFH ASN Berlaku Usai Lebaran
Selain itu, Airlangga memastikan kebijakan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) akan diterapkan setelah Lebaran 2026. Pemerintah juga akan memberikan imbauan serupa kepada sektor swasta.
“Aturan WFH sedang didetailkan, tetapi akan diberlakukan setelah Lebaran,” katanya.
Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara mobilitas masyarakat dan produktivitas kerja di masa libur panjang.





