Kumbanews.com – Nama Anies Baswedan disebut tidak masuk dalam daftar undangan resmi acara halalbihalal Idulfitri 1447 Hijriah di kediaman Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat.
Hal tersebut disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Renanda Bachtar. Meski demikian, ia menegaskan bahwa tuan rumah tetap membuka pintu bagi siapa pun yang hadir dalam momentum silaturahmi tersebut.
“Tidak diundang, tapi siapa pun yang datang tetap diterima sebagaimana tamu pada umumnya,” ujar Renanda, Rabu (25/3/2026).
Renanda memastikan tidak ada pembicaraan khusus antara Anies dengan SBY maupun Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. Ia menegaskan, kehadiran Anies murni dalam rangka silaturahmi Idulfitri.
“Tidak ada pembicaraan khusus, hanya saling bermaafan dalam suasana Lebaran,” katanya.
Ia juga menepis anggapan bahwa pertemuan tersebut berkaitan dengan dinamika politik, termasuk kontestasi Pemilihan Presiden Indonesia 2024.
Sementara itu, kolega dekat Anies sekaligus Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, menilai pertemuan antartokoh dalam momen Lebaran merupakan tradisi yang wajar. Ia mengakui bahwa setiap pertemuan politik kerap memunculkan berbagai tafsir, namun menurutnya hal itu sebaiknya dipahami sebagai bagian dari budaya silaturahmi.
“Pertemuan ini harus dimaknai sebagai momentum silaturahmi Lebaran sesama tokoh bangsa,” ujarnya.
Hubungan Anies dan Partai Demokrat sebelumnya sempat menjadi sorotan usai dinamika menjelang Pilpres 2024. Saat itu, rencana duet Anies-AHY batal terwujud setelah Anies memilih berpasangan dengan Muhaimin Iskandar.
Sejumlah elite Demokrat kala itu bahkan melontarkan kritik keras dan menyebut keputusan tersebut sebagai bentuk pengingkaran terhadap kesepakatan koalisi.
Meski begitu, momen halalbihalal di Cikeas kali ini menunjukkan suasana yang lebih cair, dengan pertemuan para tokoh politik dalam bingkai silaturahmi Idulfitri.





