Kumbanews.com – Sejumlah astronom Jepang membentuk organisasi pertama di negara itu yang secara khusus berfokus pada pencarian kehidupan di luar Bumi. Langkah ini menandai babak baru dalam riset kecerdasan ekstraterestrial di Negeri Sakura.
Kelompok ini dipimpin oleh Shinya Narusawa, astrofisikawan dari Universitas Hyogo yang juga menjabat sebagai kepala Japan Society for SETI. Ia menyebut pendirian organisasi ini sebagai momentum penting untuk memperluas penelitian terkait kemungkinan adanya kehidupan cerdas di luar planet Bumi.
Tim yang beranggotakan sekitar 10 peneliti, terdiri dari astronom hingga staf observatorium, menargetkan pengamatan radio perdana pada Agustus tahun depan. Observasi akan difokuskan ke arah konstelasi Sagitarius dari Observatorium Misato di Jepang bagian barat.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Pengamatan tersebut bertepatan dengan peringatan 50 tahun “Wow! Signal” yang terdeteksi pada 1977 oleh teleskop milik Ohio State University. Sinyal misterius dari arah Sagitarius itu hingga kini masih dianggap sebagai kandidat terkuat sinyal dari kecerdasan luar angkasa, meski belum pernah terkonfirmasi.
Untuk memperkuat penelitian, kelompok ini juga berencana menggandeng komunitas ilmiah global agar melakukan pengamatan terkoordinasi ke arah sumber sinyal tersebut. Upaya kolaboratif ini diharapkan meningkatkan peluang verifikasi atas kemungkinan adanya komunikasi dari luar Bumi.
Dalam jangka panjang, organisasi ini menargetkan pembangunan jaringan antena radio di Jepang. Infrastruktur tersebut dinilai penting agar negara itu memiliki kapasitas penelitian yang mampu bersaing dengan negara lain, terutama Amerika Serikat.
Tak hanya berorientasi pada sains, inisiatif ini juga membawa pesan reflektif. Narusawa berharap riset pencarian kehidupan luar angkasa dapat mendorong manusia untuk kembali merenungkan kondisi Bumi di tengah konflik yang masih terjadi.
“Kami berharap upaya ini membuat orang kembali memikirkan planet kita,” ujarnya.





