Kumbanews.com – Dugaan skandal yang menyeret nama Bupati Gowa, Husniah Talenrang, kian menjadi sorotan publik. Isu yang awalnya beredar terbatas di lingkungan Rumah Jabatan (Rujab) Bupati, kini meluas dan memicu polemik di tengah masyarakat.
Sorotan tidak hanya tertuju pada dugaan hubungan pribadi dengan seorang konsultan politik, tetapi juga pada sikap bungkam sejumlah pihak yang disebut dalam isu tersebut, termasuk suami Bupati, Muhammad Khaerul Aco Dg Muntu.
Mencuat dari Lingkungan Internal Rujab
Informasi awal terkait dugaan tersebut disebut berasal dari pengakuan mantan pegawai Rumah Jabatan berinisial NRL. Ia mengungkapkan bahwa hubungan yang diduga terjadi awalnya tidak diketahui pegawai, namun perlahan mulai terindikasi hingga menjadi pembicaraan internal.
“Awalnya kami tidak tahu. Tapi setelah mulai terlihat, semua di rujab kaget. Dugaan hubungan itu sudah berlangsung sejak 2021,” ujarnya.
NRL juga menyebut sempat terjadi ketegangan setelah isu tersebut diketahui oleh pihak keluarga pria yang disebut dalam kabar tersebut. Bahkan, disebutkan adanya insiden kemarahan dari pihak istri melalui sambungan telepon.
Selain itu, beredar pula informasi mengenai dugaan pertemuan tertutup hingga insiden yang disebut-sebut terjadi di Rumah Jabatan. Namun, hingga kini informasi tersebut belum terkonfirmasi secara resmi.
Upaya Konfirmasi Belum Berbuah Hasil
Upaya konfirmasi kepada Bupati Gowa belum mendapatkan respons. Pesan yang dikirimkan tidak dibalas, sementara panggilan telepon tidak diangkat.
Hal serupa juga terjadi saat dimintai tanggapan kepada suami Bupati. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak keluarga terkait isu yang berkembang.
Dua Pekan Tanpa Klarifikasi
Memasuki dua pekan sejak isu ini mencuat, belum ada penjelasan resmi dari pihak-pihak yang disebut. Sosok lain yang dikaitkan dalam isu, Basri Kajang alias Ombas, juga belum muncul ke publik.
Kondisi ini membuat spekulasi di masyarakat terus berkembang.
Tokoh Masyarakat Mulai Angkat Suara
Sejumlah tokoh di Kabupaten Gowa mulai menyoroti sikap diam tersebut. Praktisi hukum sekaligus Ketua LSM INTAI, Syarifuddin T, menilai klarifikasi sangat diperlukan untuk meredam polemik.
“Sudah dua pekan isu ini berkembang luas, tapi belum ada penjelasan. Ini yang membuat publik bertanya-tanya,” ujarnya.
Menurutnya, sebagai pejabat publik, klarifikasi penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
“Kalau tidak benar, sampaikan. Kalau benar, juga harus dijelaskan. Jangan dibiarkan menggantung,” tegasnya.
Sorotan terhadap Nilai Sosial dan Budaya
Polemik ini juga dinilai menyentuh nilai sosial masyarakat Gowa, termasuk budaya Siri’ na Pacce yang menjunjung tinggi kehormatan dan tanggung jawab.
Sejumlah kalangan menilai, kejelasan informasi menjadi penting agar tidak memunculkan persepsi yang meluas di tengah masyarakat.
Publik Menanti Kejelasan
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait. Di tengah keterbukaan informasi, sikap diam pejabat publik kerap memicu spekulasi yang semakin luas.
Masyarakat pun menantikan klarifikasi untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar sekaligus menjaga kepercayaan terhadap kepemimpinan daerah.
Faktual.net menyatakan akan terus berupaya melakukan konfirmasi guna menghadirkan pemberitaan yang berimbang.





