Kumbanews.com – Sarapan pagi di café modern di Indonesia kini tak lengkap tanpa croissant. Kue berbentuk bulan sabit asal Prancis ini berhasil mencuri hati para penikmat kuliner dengan tekstur yang renyah di luar dan lembut di dalam.
Croissant bukan sekadar kue, tapi juga sejarah. Awalnya, kue ini dibuat di Eropa sebagai simbol kemenangan atas pasukan Ottoman, dengan bentuk bulan sabit yang ikonik. Kini, croissant hadir dalam berbagai varian: cokelat, keju, almond, hingga durian, menyesuaikan selera lokal tanpa kehilangan cita rasa klasiknya.
Tidak hanya café besar, toko roti kecil di kota-kota besar Indonesia juga menyajikan croissant dengan kreasi unik. Aroma mentega yang harum, lapisan adonan tipis, dan rasa yang lezat menjadikan croissant sebagai pilihan favorit untuk sarapan, brunch, atau teman kopi sore hari.
Bagi penggemar pastry, croissant adalah kombinasi sempurna antara tradisi Eropa dan inovasi lokal. Setiap gigitan menghadirkan sensasi renyah, lembut, dan rasa yang kaya, membuatnya layak menjadi ikon pastry dunia yang dicintai di Indonesia.





