Kumbanews.com – Matheus Cunha dipastikan tidak akan memperkuat Manchester United hingga akhir musim ini. Keputusan itu diambil demi menjaga kondisi fisik jelang Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Utara, Juni mendatang.
Meski tidak dalam kondisi cedera berat, langkah ini merupakan hasil kesepakatan antara pihak klub dan Federasi Sepak Bola Brasil (CBF). Tujuannya jelas: memastikan Cunha berada dalam kondisi terbaik saat membela timnas Brasil.
Keputusan tersebut membuat Cunha absen pada tiga laga terakhir MU di Liga Inggris musim ini. Namun, situasi ini dinilai sebagai strategi jangka panjang untuk kepentingan sang pemain di level internasional.
Kesepakatan MU dan CBF Demi Kebugaran Pemain
Pihak klub dan CBF sepakat memberi waktu pemulihan lebih panjang bagi Cunha setelah menjalani musim yang padat. Meski masih mampu bermain, langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi risiko cedera.
Pelatih timnas Brasil, Carlo Ancelotti, disebut mendukung penuh keputusan tersebut. Ia membutuhkan Cunha dalam kondisi prima untuk memperkuat lini serang Brasil di Piala Dunia.
Pendekatan ini menegaskan bahwa kebugaran pemain menjadi prioritas utama, terutama menghadapi turnamen sebesar Piala Dunia.
Cedera Ringan dan Target MU Sudah Tercapai
Cunha sebelumnya sempat mengalami masalah pada bagian adduktor atau pangkal paha. Meski tidak parah, kondisi ini cukup menjadi perhatian serius bagi tim medis.
Di sisi lain, Manchester United sudah mengamankan tiket Liga Champions musim depan. Dengan target utama tercapai, klub memiliki fleksibilitas untuk mengistirahatkan pemain kunci.
Tiga laga sisa musim pun tidak lagi menentukan posisi akhir secara signifikan, sehingga keputusan mengistirahatkan Cunha dinilai tidak merugikan tim.
Peran Penting Cunha di Klub dan Timnas
Sejak bergabung dari Wolverhampton pada Juni 2025, Cunha langsung menjadi bagian penting di lini serang MU. Ia mencatatkan 9 gol dan 4 assist dari 33 penampilan musim ini.
Di timnas Brasil, perannya juga krusial. Cunha kerap menjadi bagian dari trio lini depan bersama Vinicius Junior dan Raphinha.
Untuk menjaga performanya, program latihan individu telah disiapkan agar ia mencapai kondisi puncak saat Piala Dunia 2026 dimulai.





