Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Gowa, Diduga Terkait Bom Surabaya 

  • Whatsapp

Kumbanews.com – Terduga teroris jaringan pelaku bom Surabaya ditangkap di wilayah Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu (6/1/2021).

Operasi penangkapan dibenarkan oleh Kapolres Gowa, AKBP Budi Susanto.

Bacaan Lainnya

“Iya betul sekali (penangkapan terduga teroris),” kata Budi melalui pesan Whatsapp, Rabu.

1. Terduga jaringan teroris pelaku bom Surabaya

Budi mengatakan, penangkapan terduga teroris di wilayah Paccinongang, Kecamatan Somba Opu, Gowa, dilakukan sekitar pukul 04.35 WITA oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri.

Budi membenarkan bahwa pria yang ditangkap merupakan bagian dari jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang disebut terlibat dalam peristiwa bom di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada 2018 silam.

“Personil yang diturunkan sekitar 20-an, ada Polwannya juga,” jelas Budi.

2. Petugas Densus 88 Antiteror menangkap total tujuh orang di Gowa

Selain satu pria terduga utama teroris jaringan JAD, jelas Budi, Densus 88 Antiteror Polri juga mengamankan seluruh anggota keluarga yang tinggal serumah dengan pria tersebut.

“Yang bersangkutan ditangkap beserta istri dan anak-anaknya, (total) 7 orang,” Budi menerangkan.

Dalam penangkapan itu, petugas juga menyita beberapa kardus barang bukti. Namun Budi tidak merinci barang bukti yang dimaksud.

3. Dua terduga teroris tewas ditembak di Kota Makassar hari ini

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Gowa, Diduga Terkait Bom SurabayaIlustrasi teroris (IDN Times/Mardya Shakti)

Densus 88 Antiteror Mabes Polri dan Brimob Polda Sulsel, Rabu hari ini, juga menggerebek rumah terduga jaringan JAD di Vila Mutiara Cluster Biru, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.

Dalam operasi penangkapan, dua terduga teroris tewas ditembak. Masing-masing berinisial R dan A.

Kapolda Sulsel, Irjen Merdisyam, menyebut dua orang itu ditembak karena melakukan perlawanan saat ditangkap.

“Kedua tersangka bersama dengan jaringannya terpusat di Villa Mutiara merupakan jaringan JAD,” kata Merdisyam, dikutip dari laman berita resmi Polri, Rabu.(*)

Pos terkait