Kumbanews.com – Demi sekantong sembako, seorang lansia sakit di Kelurahan Maricayya Baru harus digendong dan diangkut ke kantor lurah. Prosedur berjalan, empati tertinggal.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Monginsidi Baru, Kota Makassar, Selasa (16/12/2025). Lansia yang diketahui tidak mampu berjalan itu diduga dipaksa datang sendiri ke Kantor Lurah Maricayya untuk mengambil bantuan sembako pemerintah.
Kejadian ini terekam dalam video kiriman warga yang kemudian diunggah akun Instagram Teropong Makassar. Dalam rekaman tersebut, lansia tampak digendong oleh anaknya dan diangkut menggunakan bentor menuju kantor kelurahan karena kondisi fisiknya tidak memungkinkan berjalan.
Menurut keterangan warga, pihak keluarga dan tetangga telah lebih dulu mendatangi kantor kelurahan untuk meminta agar bantuan sembako dapat diambil melalui perwakilan. Permohonan itu ditolak dengan alasan prosedur mengharuskan penerima bantuan hadir langsung.
Penolakan tersebut memaksa keluarga membawa lansia yang seharusnya mendapat perawatan di rumah ke kantor kelurahan demi memenuhi persyaratan administratif.
Peristiwa ini menuai kecaman luas di media sosial. Warganet menilai pelayanan Kelurahan Maricayya terkesan kaku, minim empati, serta bertentangan dengan etika pelayanan publik yang menempatkan kemanusiaan, keadilan, dan perlindungan kelompok rentan sebagai fondasi utama pelayanan negara.
Sementara itu, Camat Makassar yang dikonfirmasi terkait peristiwa ini hingga berita ini diturunkan belum memberikan respons atas upaya konfirmasi media Kumbanews.com.
Warga mendesak Pemerintah Kota Makassar dan instansi terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja aparatur Kelurahan Maricayya Baru. Selain evaluasi, publik juga meminta adanya penegakan sanksi tegas jika terbukti terjadi pelanggaran etika pelayanan publik, agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan bantuan sosial benar-benar berpihak pada warga yang membutuhkan. (Redaksi Kumbanews.com )
Video @teropongmakassar





