Kumbanews.com – Pengamat politik Adi Prayitno menilai komitmen Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman untuk membabat praktik penyelewengan program pemerintah tidak lepas dari dampak reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Adi, perombakan kabinet sebelumnya sempat memunculkan tanda tanya publik. Namun, ia melihat langkah tersebut lebih diarahkan pada pembenahan komunikasi pemerintah agar lebih efektif.
Salah satu contohnya adalah pergeseran posisi Qodari dari Kepala Staf Presiden ke Badan Komunikasi Pemerintah untuk memperkuat fungsi juru bicara Istana. Posisi yang ditinggalkan kemudian diisi oleh Dudung.
Dalam konteks ini, Adi menilai Kantor Staf Presiden (KSP) kini memegang peran lebih strategis dalam mengawal program prioritas, terutama Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat.
“Selama ini implementasi program seperti MBG kerap disorot publik, mulai dari kasus keracunan hingga menu yang tidak sesuai petunjuk teknis. Masih banyak dapur MBG yang bermasalah,” ujar Adi melalui kanal YouTube miliknya, Minggu (3/5/2026).
Ia menegaskan, berbagai keluhan masyarakat harus menjadi perhatian serius. Pengawasan yang dilakukan KSP diharapkan tidak berhenti pada penyerapan aspirasi, tetapi berlanjut pada aksi nyata di lapangan.
Adi juga menyambut positif rencana KSP membuka layanan pengaduan 24 jam untuk menindak penyelewengan dalam program strategis nasional.
“Ini ide yang progresif. Tinggal bagaimana implementasinya. Karena menyampaikan komitmen politik itu mudah, yang sulit adalah memastikan eksekusinya berjalan dengan baik,” pungkasnya.





