Fintech Pinjam Uang Mudah Tapi Bunga Terlalu Tinggi, Capai 50 Persen Pertahun

  • Whatsapp

Kumbanews.com – Industri teknologi finansial (tekfin) atau financial technology (fintech) berbasis peer to peer (P2P) lending makin berkembang pesat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim bahwa kehadiran industri ini menjawab kebutuhan masyarakat yang tidak dapat dipenuhi oleh bank konvensional.

Meski demikian, kemunculan P2P lending sempat disorot dari sisi bunga pinjaman yang dinilai terlalu tinggi. Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK Hendrikus Passagi mengatakan, sejatinya urusan bunga pinjaman sudah diatur secara transparan oleh setiap perusahaan fintech P2P lending. Tingkat bunga tersebut diberikan berdasarkan persetujuan antara lender (pemberi pinjaman) dan borrower (peminjam) dengan melihat sejumlah kondisi.

“Tingkat bunga itu ada hubungannya dengan nominal yang dipinjam, berapa tenornya dan paling penting seberapa cepat borrower mendapat pinjaman. Ya gimana kalau pinjaman dengan bunga murah, cuma lima persen tapi enggak jamin 2 minggu dapat (pinjaman),” ungkap Hendrikus, di Hotel Ibis, Bogor, Sabtu 20 Oktober 2018.

Selain itu, Hendrikus menjelaskan tingkat bunga pinjaman juga disesuaikan dengan ada atau tidaknya jaminan yang diberikan borrower. Jika borrower memberikan jaminan, maka tingkat bunga bisa lebih rendah sebab adanya jaminan memperkecil risiko gagal bayar. Borrower yang memberikan jaminan akan masuk dalam rating A alias kualitas paling tinggi.

“Tapi ketika Anda bilang, saya enggak ada jaminan, maka ratingnya turun ke C. Tidak mungkin Anda mengatakan tolong saya dikasih pinjaman tanpa jaminan tapi samain (bunganya) kayak bank. Ya enggak nyambung,” ujarnya.

Artinya, dalam layanan P2P lending, ada atau tidaknya jaminan merupakan pilihan borrower. Hendrikus mengatakan keduanya akan sama-sama dilayani, namun hal tersebut turut menentukan tingkat bunga pinjaman.

Hendrikus mengatakan sampai Oktober 2018, rata-rata tingkat bunga pinjaman bervariasi bergantung rating. Untuk rating A, tingkat bunga pinjaman rata-rata mencapai 10 persen per tahun.

“Kalau yang C yang tanpa jaminan sama sekali itu bervariasi. Antara 40-50 persen per tahun,” ujarnya.

Hendrikus berharap, besaran tingkat bunga ini bisa dilihat secara bijak oleh semua kalangan. Terutama mengingat kemudahan pemberian pinjaman yang diberikan oleh fintech P2P lending.

“Kita harus bijak melihat angka-angka itu. Sekarang P2P lending sangat gampang cari pinjaman. Karena orang begitu mudahnya buka akun. Sehingga kalau dikatakan tingkat bunga di P2P ini sedikit lebih tinggi dari credit card, logis kan? Karena kecepatan, kalau ke sini cepet dilayaninya,” tandasnya.

Pos terkait