Fokus di Pilpres 2019, Ma’ruf Amin Mundur dari Rais Aam PBNU

  • Whatsapp

Kumbanews.com – Calon Wakil Presiden Ma’ruf Amin resmi mundur sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ¬†(PBNU).

Dalam surat pengunduran dirinya, Ma’ruf menjelaskan semenjak menerima amanah dari Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-33 di Jombang Jawa Timur, tahun 2015, dia sudah bertekad (ber’azam) mewakafkan dirinya untuk menjalankan amanah tersebut sebaik-baiknya.

Bacaan Lainnya

Namun ternyata Allah, kata Ma’ruf, berkehendak lain. Tekadnya untuk menuntaskan amanah itu sulit terlaksana karena bangsa dan negara memanggilnya untuk memberikan pengabdian terbaik dengan dicalonkan sebagai wakil presiden.

Menurut Ma’ruf banyak masyaikh dan para kiai yang meminta ia untuk menerima panggilan tersebut. Karena hal tersebut merupakan kesempatan terbaik untuk membawa manhajul fikri dan manhajul harakah NU ke ranah yang lebih luar, ia menerima panggilan sebagai cawapres tersebut.

Konsekuensinya, tambah Ma’ruf, ia harus mundur sebagai Rais Aam PBNU sebagaimana diatur dalam AD/ART NU.

“Setelah resmi dinyatakan sebagai cawapres, terhitung mulai hari ini saya mengundurkan diri sebagai Rais Aam,” ujar Ma’ruf dalam surat yang dilansir CNNIndonesia.com, Sabtu 22 September

Surat mundur itu dibernakan oleh Ketua PBNU bidang Hukum PBNU Robikin Emhas. Menurutnya melalui rapat pleno PBNU yang digelar sore ini, pengunduran Ma’ruf sebagai Rais Aam sudah diterima langsung oleh Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj.

“KH Ma’ruf pamit menanggalkan jabatan sebagai Rais Aam PBNU. Selanjutnya meminta doa, restu dan dukungan menapaki jalur perjuangan sebagai wakil presiden berpasangan dengan calon presiden Joko Widodo,” kata Robikin, Sabtu 22 September 2018.

Menurut Robikin, setelah melepas jabatan sebagai Rais Aam PBNU, Rapat Pleno PBNU menetapkan Ma’ruf Amin sebagai Mustasyar PBNU masa khidmat 2015-2020.

“Keputusan itu berlaku efektif sejak hari ini,” pungkas Robikin.

Pos terkait