Peristiwa

Heboh Masjid Megah di Tengah Hutan Sulawesi Selatan, Ini 5 Faktanya

Kumbanews.com – Baru-baru ini netizen dihebohkan oleh sebuah video yang beredar di media sosial. Pasalnya dalam video tersebut berisi mengenai adanya masjid megah yang dibangun di tengah hutan.

Diketahui jika masjid tersebut berada di tengah hutan Desa Bonotoloe, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Bukan hanya letaknya saja yang berada ditengah hutan, akan tetapi penampakan masjid tersebut juga jadi perbincangan.

Pasalnya, dalam video yang diunggah di Facebook oleh akun Luchyana Make Up pada Sabtu (23/11/2019) memperlihatkan sebuah masjid di tengah hutan yang tampak megah. Video berdurasi 14 menit 14 detik tersebut pun langsung ramai diserbu oleh netizen. Tak sedikit pula netizen yang penasaran akan penampakan masjid di tengah hutan tersebut.

Dirangkum dari berbagai sumber, Senin (25/11/2019) berikut ini beberapa fakta mengenai masjid megah di tengah hutan di Sulawesi Selatan.

1. Viral di media sosial

Video yang diunggah oleh akun Facebook Luchyana Make Up tersebut hingga kini telah dilihat lebih dari 936 ribu kali. Bahkan, video berdurasi 14 menit tersebut juga telah dibagikan lebih dari 29 ribu kali.

2. Berlokasi di kaki gunung Lompobattang

Masjid megah di tengah hutan.
Masjid megah yang viral di media sosial tersebut diketahui berada di kaki Gunung Lompobattang. Bahkan, dari video yang beredar di media sosial, jalanan yang harus ditempuh pun cukup berliku. Tak hanya itu saja, dari video tersebut juga terlihat jalanan menuju masjid megah tengah hutan tersebut cukup sempit. Bahkan, akun tersebut juga menyebut, jika mereka menemui sebuah bangunan rumah.

3. Dibangun oleh juragan kopi

Rupanya masjid megah yang berada di tengah hutan tersebut dibangun oleh seorang juragan kopi yang akrab disapa Puang. Ia sengaja membangun masjid dilokasi tersebut sebagai tempat ibadah para pekerja kebun kopi ataupun warga sekitar. Menurut Camat Bontolempangan, Muslimin menyebut jika Puang masih sesekali datang untuk melihat masjid tersebut.

4. Sempat jadi lokasi pemujaan

Sebelum dibangun sebuah masjid megah, lokasi bangunan masjid tersebut cukup dikenal keramat oleh warga sekitar. Bukan hanya itu saja, tempat tersebut dulunya juga menjadi lokasi untuk pemujaan karena terdapat batu yang cukup besar.

“Batu dihancurkan oleh Puang, lalu dibangunlah masjid itu,” ungkap Muslimin.

5. Belum memiliki nama

Meski terlihat cukup megah, dan berlokasi di tengah hutan. Akan tetapi hingga kini, masjid tersebut belum memiliki nama. Hal ini dikarenakan pembangunan masjid tersebut yang belum selesai meski telah 5 tahun berlalu. Bukan hanya membangun masjid saja, akan tetapi menurut Camat Bontolempangan, Muslimin rencananya di sekitar masjid juga akan dibangun rumah bagi para guru mengaji.

“Ya untuk guru mengaji yang akan mengajari anak-anak setempat untuk membaca Alquran,” lanjut Muslimin. (*)

To Top