Helikopter Caleg PPP Jatuh di Tasik Malaya Saat Berusaha Mendarat Darurat

  • Whatsapp

Kumbanews.com – Helikopter jatuh di Desa Jayaratu, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu 16 Maret 2019. Korban menyebut kecelakaan terjadi saat heli berusaha mendarat darurat.

Kesaksian korban itu disampaikan Juru Bicara Kantor SAR Bandung, Joshua Banjarnahor. Joshua mengatakan, kondisi empat orang korban kecelakaan heli itu saat ini telah sadarkan diri dan dapat berkomunikasi langsung.

Bacaan Lainnya

“Kami sudah berkomunikasi (dengan korban), kondisi sudah bisa diajak bicara,” ujar Joshua dalam keterangan tertulis, Sabtu 16 Maret 2019.

Dalam kondisi korban yang mulai stabil, salah satu korban menyampaikan detik-detik ketika helikopter itu akan jatuh.

“Ini merupakan kecelakaan pesawat yang mana ingin melakukan pendaratan darurat,” kata Joshua menyampaikan keterangan korban.

Empat korban jatuhnya helikopter itu dinyatakan selamat. Saat ini keempat korban masih dirawat di RS SMC Singaparna.

Identitas dan kondisi para korban yaitu pilot Fuad Humran (63) mengalami luka ringan, Co-pilot Agung Raharja (64) luka berat. Sedangkan dua penumpang yakni Tuti Budiawati (38), dan R. Johny Fajar Sofyan (58) sama-sama mengalami luka berat.

Diberitakan sebelumnya, tim gabungan Basarnas, Polri dan TNI serta dibantu warga melakukan evakuasi terhadap dua kru beserta dua penumpang heli yang jatuh di Desa Jayaratu.

Joshua menjelaskan pihaknya menerima informasi kecelakaan heli dari Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Tasikmalaya, sekitar pukul 15.00 WIB.

Setelah menerima informasi, Kantor SAR Bandung memberangkatkan satu tim rescue dari Pos Pencarian Tasikmalaya untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan.

“Puji syukur korban selamat. Rencana seluruh korban di bawa ke RS SMC Singaparna,” kata Joshua.

Tim SAR belum mengetahui pasti terkait penyebab jatuhnya heli. Berdasarkan informasi yang dihimpun, helikopter tersebut bertipe BO105M PK-EAH dengan pemilik yaitu PT Air Transport Services. Heli sendiri hendak melalui rute dari Kawalu-Wanaraja.

“(Penyebab) tidak bisa diketahui langsung. Kami fokus proses evakuasinya,” ucapnya.

Pos terkait