Kumbanews.com – Redaksi pedomanrakyat.co.id menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Jurnalistik untuk memperingati hari jadi ke-79 media legendaris ini, Minggu (1/3/2026) siang, di Virendy Cafe, Jl. A.P. Pettarani, Makassar. Kegiatan bertema “Profesionalitas Wartawan di Era Digital” diikuti jurnalis muda, purnabakti wartawan, dan masyarakat umum yang ingin mendalami dunia kewartawanan.
Acara menghadirkan pakar pers dan akademisi ternama. Mereka antara lain Prof. Dr. Drs. Mas’ud Muhammadiyah, M.Si (Universitas Bosowa), Ir. Suwardi Tahir, M.I.Kom (Penguji UKW Dewan Pers), Ir. Abd. Manaf Rahman (Wakil Ketua PWI Sulsel), Ronald Ngantung (Penasihat PWI Sulsel), dan Dr. H.M. Dahlan Abubakar, M.Hum (Tokoh Pers versi Dewan Pers). M. Rusdi Embas, SE dari Pedoman Rakyat memandu jalannya kegiatan.
Prof. Mas’ud menekankan pentingnya pemilihan diksi yang tepat dalam berita. Ia mengingatkan wartawan agar menghindari kata-kata yang menghakimi, demi menjaga prinsip praduga tak bersalah. Ia juga menunjukkan perbedaan judul berita yang objektif dan yang tendensius.
Selanjutnya, Suwardi Tahir membahas Standar Kompetensi Wartawan. Ia menegaskan kompetensi tidak hanya soal UKW, tetapi juga integritas dan tanggung jawab sosial. Wartawan yang profesional harus menguasai wawasan (knowledge), keterampilan (skill), dan perilaku (attitude).
“Menjadi kompeten berarti menguasai teknik jurnalistik, patuh regulasi, dan menjunjung tinggi etika,” kata Suwardi. Ia menambahkan, kompetensi wartawan bertujuan menjaga mutu informasi, profesionalisme, dan perlindungan bagi publik serta profesi pers.
Ronald Ngantung membahas perubahan industri media di era digital. Ia menyoroti peralihan masyarakat dari koran dan radio ke media sosial. Namun, ia menegaskan, konten digital tetap harus mengikuti standar jurnalistik. Ia juga membagikan strategi merilis berita umum lebih dulu, lalu dikembangkan menjadi berita spesifik agar menarik dan informatif.
Ir. Abd. Manaf Rahman menjelaskan regulasi baru hasil konversi media massa yang ditetapkan pada Hari Pers Nasional 2026. Salah satunya, pemegang sertifikasi Wartawan Utama kini bisa menjabat Penanggung Jawab di tiga perusahaan pers sekaligus.
Dr. Dahlan Abubakar, yang tidak hadir karena berada di Jakarta, tetap mengirim materi kepenulisan berita yang humanis dan tajam. Materi ini dibagikan kepada seluruh peserta.
Seluruh rangkaian Bimtek memberikan ilmu berharga bagi jurnalis muda dan peserta dari berbagai daerah, mulai Takalar, Jeneponto, Wajo, Majene, hingga Bogor, untuk memperkuat profesionalisme dan integritas di era digital.
Penulis: Aji Taruna





