Kumbanews.com – Memasuki pekan pertama Ramadan 1447 Hijriah, suasana kebersamaan terasa kian hangat di sejumlah negara Eropa. Di Inggris dan Prancis, komunitas Muslim menggelar buka puasa terbuka yang melibatkan masyarakat lintas agama dan budaya.
Tradisi ini tidak hanya menjadi momen berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ruang dialog dan silaturahmi antarwarga.
Buka Puasa di Ruang Publik
Di beberapa kota besar Inggris seperti London dan Birmingham, komunitas Muslim mengadakan iftar terbuka di halaman masjid hingga ruang publik. Warga sekitar, termasuk non-Muslim, turut diundang untuk merasakan suasana Ramadan.
Sejumlah organisasi kemasyarakatan menyediakan ratusan paket makanan gratis setiap hari. Menu yang disajikan pun beragam, mulai dari hidangan khas Timur Tengah hingga makanan lokal.
Kegiatan ini mendapat respons positif karena dinilai memperkuat toleransi dan memperkenalkan nilai-nilai Ramadan kepada masyarakat luas.
Masjid di Paris Dipadati Jamaah
Sementara itu di Prancis, masjid-masjid besar di Paris dan sekitarnya dipadati jamaah saat waktu berbuka dan salat tarawih. Pengurus masjid juga membagikan makanan gratis bagi musafir, pelajar, dan warga kurang mampu.
Buka puasa bersama menjadi momentum mempererat hubungan antaranggota komunitas Muslim yang berasal dari berbagai latar belakang negara.
Ramadan sebagai Jembatan Sosial
Di tengah dinamika sosial Eropa, Ramadan justru menjadi ajang memperkuat solidaritas. Selain buka puasa terbuka, berbagai kegiatan sosial seperti penggalangan dana dan pembagian sembako turut digelar.
Hari-hari awal Ramadan menunjukkan bahwa nilai berbagi dan kebersamaan tetap hidup di tengah masyarakat multikultural.





