Kumbanews.com – Serangan bertubi-tubi Israel kembali mengguncang Jalur Gaza pada Minggu dini hari (30/11), meski kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas masih berlaku. Artileri, serangan udara, hingga peledakan rumah warga dilaporkan menghantam sejumlah titik padat penduduk.
Pesawat tempur Israel menyerang beberapa lokasi di Rafah, disusul kapal perang yang melepaskan tembakan ke garis pantai kota. Helikopter dan kendaraan lapis baja Israel turut melakukan penyisiran dan menembaki area sekitar Poros Morag, timur laut Rafah.
Di Khan Younis, bombardir artileri Israel mengguncang wilayah timur kota. Laporan Anadolu menyebut helikopter melepaskan tembakan ke gedung-gedung saat rumah warga meledak satu per satu. Serangan serupa menyasar bagian tengah Gaza, termasuk area timur Kamp Pengungsi Al-Bureij di Deir al-Balah.
Di Gaza utara, tembakan intens dilaporkan terjadi di Gaza City. Helikopter Israel juga menghujani peluru ke arah timur Jabalia, menambah kepanikan warga yang masih bertahan di wilayah itu.
Hingga kini belum ada laporan resmi jumlah korban. Namun otoritas Gaza menegaskan bahwa serangan ini kembali menjadi bukti nyata pelanggaran terhadap gencatan senjata yang seharusnya menghentikan eskalasi.
Sejak perang meletus pada Oktober 2023, lebih dari 70.000 warga Gaza tewas, mayoritas perempuan dan anak-anak. Sekitar 171.000 lainnya terluka, sementara sebagian besar wilayah Gaza telah luluh lantak dalam konflik yang memasuki tahun kedua. (***)





