Kasus Penyerobotan Tanah Dihentikan, Penyidik Polres Maros: Terlapor Punya Bukti Sertifikat

  • Whatsapp

Kumbanews.com – Kasus laporan penyerobotan tanah yang di laporkan BS masih menuai tanda tanya besar soal penghentian perkara yang di anggap penyidik terlapor memiliki bukti kepemilikan tanah yakni sertifikat, Rabu (15/01/2023).

Dasar unit Tahbang Polres Maros menghentikan kasus laporan penyerobotan tanah yang di laporkan oleh BS lantaran terlapor memiliki sertifikat tahun 2014 dan P2 serta pelapor hanya memiliki bukti P2.

Bacaan Lainnya

Kanit Tahbang Polres Maros IPDA Wawan Hartawan yang di konfirmasi di ruangannya mengatakan Kasus Penyerobotan dihentikan, alasan di hentikan karena terlapor mempunyai kepemilikan hak berupa sertifikat tahun 2014 atas nama sarbina dan mempunyai P2 juga.

Yang menjadi tanda tanya besar, sertifikat tahun 2014 yang di perlihatkan dihadapan media oleh Kanit Tahbang Polres Maros tak terlalu jelas bahkan surat ukur serta luas yang di persoalkan juga tak jelas, sehingga nampak kecurigaan ada yang di sembunyikan.

Selain itu hasil konfirmasi dari awal pemberitaan Kanit Tahbang Polres Maros menyebut bukti yang dimiliki oleh pelapor hanya surat ukur, sementara konfirmasi yang kedua di ruangannya menyebut bukti pelapor bukan surat ukur tapi P2.

BS yang di konfirmasi kepada media mengatakan bukti kepilikannya awalnya membelinya dengan dasar P2, itulah saya teruskan untuk pengalihan haknya atas dasar PPAT Notaris.

” Jadi PPAT Notaris Akta 2, sudah di BPN dan sudah berproses cuma terhalang dengan kasus penyerobotan ini dan dengan persoalan ini saya terlambat mendaftarkan sertifikat ” terangnya.

Dirinya menyayangkan sikap Kanit Tahbang Polres Maros Yang Sering Berubah Ubah dari awal dia menyebut hak kepemilikan saya adalah surat ukur namun yang kedua pernyataannya berubah bahwa hak kepemilikan saya adalah P2.

 

Pos terkait