Kerugian Banjir Bandang Sumbar Capai Rp 33,5 Triliun, Infrastruktur Paling Terdampak

Daerah terdampak meliputi Padang Pariaman, Kota Padang, Kabupaten Agam, Pesisir Selatan, Solok, Kota Pariaman, Pasaman Barat, Bukittinggi, serta beberapa kota/kabupaten lain yang juga mengalami banjir, longsor, hingga kerusakan infrastruktur. Banyak rumah warga terendam, akses jalan terputus, dan sejumlah fasilitas publik rusak akibat intensitas hujan ekstrem. Tampak dalam foto, warga memeriksa rumah-rumah yang rusak akibat banjir di Malalak, Sumatera Barat, Indonesia, Kamis, 27 November 2025. (AP Photo/Ade Yuandha)

Kumbanews.com – Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Sumatera Barat (Sumbar) pada akhir November 2025 menimbulkan kerugian total Rp 33,5 triliun. Dari jumlah itu, kerusakan tercatat mencapai Rp 15,63 triliun, sementara kerugian mencapai Rp 17,91 triliun.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi, mengatakan, angka ini menunjukkan besarnya beban yang harus ditanggung pemerintah dan masyarakat serta menjadi dasar penting dalam perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi.

Bacaan Lainnya

Sektor infrastruktur menjadi yang paling terdampak dengan kerugian mencapai Rp 14,16 triliun, mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari. Sektor permukiman mencatat kerusakan Rp 1,45 triliun. Sektor ekonomi terdampak Rp 813 miliar untuk kerusakan dan Rp 1,46 triliun untuk kerugian, sementara sektor sosial kerusakan Rp 347 miliar dan kerugian Rp 255 miliar.

Dari 16 kabupaten dan kota terdampak, Kabupaten Agam mengalami kerugian terbesar sebesar Rp 10,49 triliun, disusul Kabupaten Padang Pariaman Rp 5,48 triliun, dan Kota Padang Rp 4,88 triliun. Kabupaten Solok mencatat Rp 3,09 triliun, Kabupaten Tanah Datar Rp 2,94 triliun, dan Kabupaten Pesisir Selatan Rp 1,56 triliun.

Mahyeldi menekankan, angka-angka tersebut menggambarkan skala upaya yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memulihkan kondisi infrastruktur serta layanan publik di wilayah terdampak.

Warga di daerah terdampak, termasuk Padang Pariaman, Kota Padang, Kabupaten Agam, Pesisir Selatan, Solok, dan Pasaman Barat, menghadapi rumah terendam, jalan terputus, dan fasilitas publik rusak akibat hujan ekstrem. (**)

Pos terkait