Ketua DPRD Luwu Timur Minta Maaf Terkait Video Viral Tolak Salaman, Warganet Sindir Karier Politik

  • Whatsapp

Kumbanews.com -Beberapa waktu lalu, viral video Ketua DPRD Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Aripin, yang menolak salaman dengan warga.

Saat itu, Aripin hendak masuk ke Gedung DPRD Luwu Timur. Di depannya, ada seorang warga menyodorkan tangan kanannya hendak bersalaman, namun Aripin tidak mengindahkannya.

Setelah video tersebut viral dan masyarakat menghujat, Aripin berkata bahwa dirinya khilaf dan mengaku tidak melihat warga yang hendak bersalaman dengan dirinya.

Terbaru, dikutip dari akun Instagram @mak_lamis, Jumat (17/3/2023), Aripin menemui warga yang diketahui bernama Arif tersebut, dan meminta maaf.

Dalam video tersebut, tampak Aripin yang sedang duduk berdampingan dengan Arif di sebuah warung kopi.

”Atas nama pribadi dan saya sebagai ketua DPRD Luwu Timur, saya minta maaf atas viralnya video tersebut,” kata Aripin.

Lebih lanjut, Aripin mengaku bahwa dirinya sebenarnya sudah kenal lama dengan Arif. Keduanya, bahkan cukup sering bertemu.

“Setelah saya menjadi anggota DPR, saya sering ketemu dan sering ngopi bersama-sama, makanya dengan Pak Arif ini sudah kenal dekat,” kata Aripin lebih lanjut.

Dalam video tersebut, Arif juga turut memberikan komentarnya.

“Selama mengenal Pak Aripin ini, memang dia merupakan sahabat saya. Sebagai kakak, saya merasa harus duluan menyapa dia,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa dirinya sudah memaafkan apa yang telah terjadi.

Alih-alih bersimpati, sejumlah warganet malah melontarkan komentar julid mengenai video permintaan tersebut. Tak sedikit yang menganggap bahwa permintaan maaf dibuat lantaran video sebelumnya terlanjur viral.

“Kalau gak viral gak bakalan mau minta maaf.bahkan gak ngerasa salah,” komentar warganet.
“Sekarang orang-orang begitu ga takut hukum Indonesia ya, takutnya sama hukuman netizen,” komentar yang lainnya.

“Saling memaafkan bukan dari hati, cuma takut citranya jelek dan karier politiknya hancur,” sindir warganet.

Source: suara

Pos terkait