Kisah Calon Pemaisuri Jepang Putri Masako Owada Yang Tak Bahagia

  • Whatsapp

Kumbanews.com – Putri mahkota Kekaisaran Jepang, Masako Owada tengah mempersiapkan diri menjadi permaisuri pada April mendatang. Di tengah menjalani perawatan mengatasi stres dan depresi, dia berjanji akan melakukan segala yang terbaik untuk melayani rakyat Negeri Matahari Terbit itu.

Putri Masako akan menjadi permaisuri ketika suaminya, Putra Mahkota Naruhito, menggantikan kepemimpinan ayahnya, Kaisar Akihito.

Bacaan Lainnya

Dikutip dari BBC pada Senin (10/12), Kaisar Akihito (84) akan segera turun takhta tahun depan, dikarenakan faktor usia dan kesehatannya.

Sang putri, diketahui menderita gangguan depresi selama bertahun-tahun, mengatakan dia perlahan-lahan pulih dan mencoba untuk melakukan lebih banyak tugas kerajaan.

Putri Masako mengenyam pendidikan di Harvard dan Oxford. Dia memiliki karier yang menjanjikan sebagai diplomat sebelum menikah dengan Putra Mahkota Naruhito pada 1993.

Namun, dia telah berjuang untuk mengatasi tantangan hidup di rumah tangga kekaisaran Jepang yang terkenal konservatif. Hal ini, menurut beberapa sumber, membuat sang putri kerap dilanda depresi.

Dalam perayaan ulang tahunnya yang ke-55, Putri Masako menyampaikan sebuah komentar yang positif tentang masa depan Kekaisaran Jepang.

“Memikirkan hari-hari ke depan, saya terkadang merasa khawatir tentang sejauh mana saya dapat melayani banyak orang,” katanya.

“Tapi, saya akan berusaha untuk melakukan yang terbaik sehingga saya bisa berkontribusi untuk kebahagiaan mereka (rakyat),” lanjut Putri Masako optimistis.

Tim dokter kerajaan mengatakan bahwa Putri Masako menderita stres. Penyakitnya sering dikaitkan dengan depresi atau kecemasan.

Dalam pernyataan pada hari Minggu, Putri Masako mengatakan bahwa kesehatannya perlahan membaik, dan menambahkan, “Saya senang karena saya sekarang dapat melakukan lebih banyak tugas resmi daripada sebelumnya, sedikit demi sedikit.”

Sementara itu, dalam pernyataan terpisah, dokter pribadinya menekankan bahwa penting bagi sang putri untuk diizinkan melanjutkan perawatannya, dan tidak mengalami terlalu banyak tekanan.

“Putri Masako masih dalam tahan pemulihan, dan ada pasang surut tertentu pada kondisinya,” kata salah satu dokternya.

Pos terkait