Kumbanews.com – Kelompok Hamas mengonfirmasi bahwa Izz ad-Din al-Haddad, salah satu komandan sayap bersenjata mereka, tewas dalam serangan udara Israel yang menghantam Kota Gaza pada Jumat waktu setempat.
Militer Israel menyebut Haddad sebagai tokoh penting yang diduga terlibat dalam serangan 7 Oktober 2023. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersama Menteri Pertahanan Israel Katz menuduhnya bertanggung jawab atas berbagai aksi yang menyebabkan korban sipil dan militer Israel, termasuk penculikan dan pembunuhan.
Serangan udara tersebut dilaporkan menghantam sebuah blok apartemen di pusat Kota Gaza dan memicu kebakaran besar. Tiga saksi mata menyebut bangunan Al-Mu’taz dihantam beberapa rudal dari arah berbeda secara hampir bersamaan.
Tim penyelamat mengalami kesulitan mengevakuasi korban akibat kerusakan parah. Sejumlah korban luka dan satu jenazah dilaporkan berhasil dievakuasi dari lokasi.
Tak lama setelah serangan pertama, Israel kembali melancarkan serangan lanjutan yang menyasar sebuah mobil yang meninggalkan lokasi. Serangan itu menewaskan tiga orang.
Sumber lokal menduga kendaraan tersebut membawa Haddad yang sebelumnya terluka akibat serangan pertama. Beberapa anggota bersenjata Hamas disebut sempat mengevakuasi seorang korban luka sebelum kendaraan tersebut dihantam sekitar 1,5 kilometer dari lokasi awal.
Seorang pejabat keamanan Israel menyatakan indikasi awal menunjukkan operasi tersebut berhasil mengenai target yang dimaksud.
Serangan ini terjadi di tengah situasi gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober, meski Israel masih melancarkan sejumlah operasi militer dengan alasan menargetkan anggota Hamas.
Hamas menuduh Israel melanggar kesepakatan gencatan senjata dan menargetkan warga sipil. Israel membantah dan menegaskan operasi militer tetap menyasar kelompok bersenjata.
Ketegangan terjadi di tengah kebuntuan upaya diplomasi internasional, termasuk mediasi Amerika Serikat, terutama terkait tuntutan pelucutan senjata Hamas dalam fase lanjutan perjanjian damai.
Perang di Gaza pecah setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera ratusan lainnya. Sebagai balasan, Israel melancarkan operasi militer besar di Gaza.
Kementerian Kesehatan Gaza menyebut puluhan ribu orang telah tewas sejak perang dimulai, termasuk korban sejak masa gencatan senjata.





