Konsisten Dukung Palestina, Menlu Retno Terima penghargaan dari Negara Arab

  • Whatsapp

Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi menerima hadiah dari Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair SM AlShun di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta pada Selasa, 2 Maret 2024/Ist

Kumbanews.com – Penghargaan diberikan oleh para Duta Besar dan perwakilan Kedutaan Besar Negara-negara Arab kepada Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi atas dedikasinya dalam menyuarakan isu Palestina di kancah internasional.

Bacaan Lainnya

Retno menerima kunjungan tujuh Duta Besar, yaitu dari Palestina, Yordania, Arab Saudi, Aljazair, Suriah, Oman, dan Mesir; serta 13 perwakilan dari kedutaan besar yakni: Bahrain, Mauritania, Yaman, Libanon, PEA, Irak, Libia, Qatar, Kuwait, Tunisia, Sudan, Somalia, dan Maroko di Kementerian Luar Negeri, Jakarta pada Selasa (2/4).

Dalam pertemuan itu, para Duta Besar menyampaikan penghargaan tinggi atas kepemimpinan Indonesia dalam isu Palestina. Penghargaan tersebut antara lain disampaikan oleh Dubes Palestina untuk Indonesia, Zuhair SM AlShun.

“Seluruh rakyat Indonesia terlibat dalam mendukung perjuangan Palestina. Saya menghargai keaktifan Anda di berbagai organisasi internasional dalam memperjuangkan Palestina,” kata Dubes Palestina. Selama diskusi, Menlu Retno mendorong pentingnya sikap dan posisi dalam mendukung perjuangan bangsa Palestina, serta memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung Palestina.

Menurut Menlu ada tiga hal yang harus menjadi perhatian negara-negara Arab yakni memastikan implementasi Resolusi 2728 (2024) yang memuat isu gencatan senjata.

“Jika Resolusi-resolusi tersebut diimplementasikan, situasi Palestina tidak akan seperti saat ini,” ujar Retno.Kedua , mendukung penuh Palestina di PBB dan terakhir mendukung upaya untuk menyelamatkan Badan Pengungsi PBB di Palestina (UNRWA).Dalam kesempatan tersebut, Menlu juga mengecam serangan Israel atas gedung dan fasilitas diplomatik Iran di Damaskus.

“Aksi tersebut merupakan pelanggaran hukum internasional yang jelas mengatur bahwa fasilitas diplomatik harus dilindungi,” tutupnya.

RMOL

Pos terkait