KPK Ungkap OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terkait Proyek Outsourcing Pemkab

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq terjaring OTT KPK terkait dugaan korupsi pengadaan outsourcing. (Net)

Kumbanews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa (PBJ), khususnya proyek outsourcing di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.

Juru Bicara KPK menyebut, dalam operasi tersebut tim mengamankan 14 orang. Tiga orang, termasuk Fadia, sudah berada di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Sementara 11 orang lainnya masih dalam perjalanan menuju Jakarta.

Bacaan Lainnya

“Dugaan tindak pidana korupsi dalam peristiwa tertangkap tangan ini berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa, salah satunya proyek outsourcing di Pemkab Pekalongan,” ujar pihak KPK.

KPK menduga praktik korupsi terjadi di sejumlah dinas. Proses pengadaan disebut diatur dan dikondisikan agar vendor atau perusahaan tertentu dapat memenangkan proyek.

Sebelas orang yang turut diamankan berasal dari unsur aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Pekalongan dan pihak swasta. Mereka diduga terlibat dalam penyelenggaraan PBJ di beberapa dinas, Sekretariat Daerah, hingga rumah sakit daerah.

KPK menilai ada sejumlah pengadaan yang prosesnya tidak berjalan sesuai aturan. Dugaan sementara, proyek diarahkan kepada perusahaan tertentu untuk mendeliver barang maupun jasa.

OTT berlangsung sejak Selasa dini hari, 3 Maret 2026. Tim KPK lebih dulu menangkap tiga orang di wilayah Semarang, yakni Fadia Arafiq, ajudannya, serta orang kepercayaannya.

Setelah itu, tim mengamankan 11 orang lainnya di wilayah Pekalongan, termasuk Sekretaris Daerah Pemkab Pekalongan.

KPK masih mendalami konstruksi perkara dan akan menyampaikan status hukum para pihak setelah proses pemeriksaan awal rampung.

 

Pos terkait