Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Maros menerima kunjungan tim Cyclevalue dalam rangka pengenalan serta diskusi pengelolaan limbah berbasis budidaya maggot, Senin (9/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di lingkungan pemasyarakatan.
Cyclevalue merupakan pihak yang bergerak di bidang pengelolaan limbah (waste management) dan pertanian terpadu (integrated farm), dengan fokus pada pemanfaatan limbah organik melalui budidaya maggot sebagai solusi ramah lingkungan. Dalam kunjungan tersebut, tim Cyclevalue memaparkan konsep pengolahan sampah terpadu yang tidak hanya mampu menekan volume limbah, tetapi juga menghasilkan nilai tambah secara ekonomis.
Kepala Lapas Kelas IIB Maros, Ali Imran, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menilai, program budidaya maggot sejalan dengan semangat pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
“Budidaya maggot merupakan inovasi yang menarik karena mampu menjawab persoalan sampah sekaligus membuka peluang kegiatan pembinaan yang produktif dan edukatif,” kata Imran.
Menurut Imran, pengelolaan limbah yang tepat menjadi kebutuhan penting, terutama di lingkungan Lapas Maros yang memiliki aktivitas harian cukup tinggi. Karena itu, pihaknya terbuka terhadap kerja sama dengan berbagai pihak yang mendukung program pembinaan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
Kunjungan tersebut juga diisi dengan diskusi teknis mengenai potensi penerapan sistem budidaya maggot di Lapas Maros, termasuk pemanfaatan limbah dapur dan sisa makanan. Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas tahapan budidaya, perawatan, hingga pemanfaatan hasil maggot.
Melalui sinergi dengan pihak eksternal seperti Cyclevalue, Lapas Kelas IIB Maros berharap dapat mengembangkan inovasi pengelolaan limbah yang efektif, sekaligus mendukung program kemandirian warga binaan menuju lingkungan pemasyarakatan yang lebih bersih, produktif, dan berkelanjutan.
Editor: M. Yusuf





