Luhut Binsar Tumpahkan Uneg-uneg untuk Pengkritik IMF-WB Annual Meeting

  • Whatsapp

Kumbanews.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menumpahkan uneg-unegnya terkait komentar beberapa pihak yang menyebut perhelatan pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF)-Bank Dunia (World Bank) atau IMF-WB Annual Meeting di Nusa Dua, Bali, sebagai pemborosan.

Dalam konferensi pers di Hotel Westin Nusa Dua, Senin 8 Oktober 2018, Luhut memaparkan segala aspek terkait pertemuan bertaraf internasional tersebut. Turut hadir dalam konferensi pers itu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, serta Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.

Bacaan Lainnya

“Saya akan berikan sedikit gambaran. Sebenarnya IMF ini saya baru tahu, ini ada mainannya masing-masing, ada soal keuangan, human capital, dan lain-lain. Itu satu masalah, tapi yang hebat adalah pertemuan di luar, sekitar 200 pertemuan, itu bicara macam-macam, karena semua institusi ada banyak buat acara di luar [pertemuan tahunan], misalnya antara Bank of America lakukan seminar di Hotel Mulia, ada blended finance, Islamic finance, dan lain-lain,” jelasnya.

“Jadi, kalau orang bilang IMF mewah, itu salah, ya kita begini saja. Ada yang bilang sewa mobil mewah, padahal itu Mercedes 2013. Tadinya mau sewa Camry dari semua penjuru Indonesia… Jadi, jangan buat kami susah, downgrade negeri sendiri, saya kritik itu,”┬átegas Luhut.

Ia juga menjelaskan kembali terkait pendanaan pertemuan tersebut.

Pemerintah telah mengalokasikan Rp 855 miliar untuk IMF-WB Annual Meeting 2018 dan telah digunakan Rp 556 miliar. Dari jumlah tersebut, yang sudah dibayarkan baru Rp 192,1 miliar.

Seluruh kamar hotel yang digunakan para peserta akan dibayarkan oleh delegasi sendiri sementara pihak panitia nasional mempersiapkan lokasi pertemuan dan berbagai seminar, ujar Luhut.

Selain itu, acara ini juga membawa keuntungan bagi Indonesia melalui pariwisata, misalnya perbaikan apron Bandara Internasional Ngurah Rai di Bali yang dipercepat sehingga jumlah turis naik 1,2 juta per tahun dan okupansi hotel bertambah dari 60%-70% menjadi 70%-80%.

Pemerintah juga memperbaiki bandara di Banyuwangi dan Danau Toba di Sumatera Utara sehingga akses turis menjadi lebih mudah.

“Dulu Pak SBY buat tol di Bali, kami buat underpass juga. Jadi jangan berikan berita yang tidak tahu, terutama tokoh-tokoh yang itu, sudah saya telepon juga sih,” kata Luhut.

“Saya bilang Anda datang saja ke saya, saya berikan angkanya, tidak akan dicuri, tidak main-main kami, emang kami sudah gila? Kami masih waras, mungkin yang ngomong yang tidak waras. Jadi jangan bohong, nanti kena operasi lagi.”

Pos terkait