Kumbanews.com – Kepala Subseksi Pelayanan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Malino, Muhammad Rizqi Sholehudin, terus menguatkan pelayanan berbasis kemanusiaan dalam setiap tugas yang dijalankannya. Ia aktif berinteraksi langsung dengan warga binaan untuk memastikan seluruh layanan berjalan sesuai ketentuan dan mengedepankan rasa keadilan.
Lulusan Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) Angkatan 53 ini menilai pelayanan yang baik tidak hanya berfokus pada administrasi, tetapi juga membangun kepercayaan dan komunikasi yang sehat dengan warga binaan sebagai bagian dari proses pembinaan.
Sebelum bertugas di Rutan Kelas IIB Malino, Muhammad Rizqi Sholehudin mengabdi di Lapas Kelas IIB Takalar sebagai staf Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) selama hampir dua tahun.
“Saya membantu administrasi pada bagian pelayanan dan pengamanan,” ujarnya saat ditemui di Makassar, Kamis (15/1/2026).
Setelah dipindahtugaskan ke Rutan Kelas IIB Malino, ia diamanahkan memimpin Subseksi Pelayanan Warga Binaan.
Tugasnya mencakup pelayanan administrasi, kesehatan, pembinaan, pengelolaan data, penyusunan laporan, hingga memastikan mutu pelayanan sesuai standar yang berlaku.
“Bidang pelayanan memiliki tanggung jawab yang cukup kompleks, mulai dari layanan kesehatan, kunjungan keluarga, bimbingan, hingga pengurusan administrasi dan layanan integrasi,” jelasnya.
Ia menegaskan seluruh proses integrasi, seperti Pembebasan Bersyarat (PB) dan Cuti Bersyarat (CB), dilaksanakan tanpa pungutan liar serta mengikuti prosedur resmi.
Saat ini, Rutan Kelas IIB Malino menampung 112 warga binaan dari kapasitas ideal 50 orang. Meski menghadapi kondisi overkapasitas, pelayanan dan pembinaan tetap diupayakan maksimal dengan pendekatan yang humanis.
Berbagai program pembinaan terus berjalan, meliputi pendidikan dasar pemberantasan buta huruf, pendidikan umum, literasi, hingga kelas Bahasa Inggris. Di bidang keagamaan, tersedia kegiatan Dirasah Orang Dewasa (Dirosa), tahsin One Day One Juz, kelas Bahasa Arab, serta pembelajaran doa harian dan tata cara ibadah.
Pembinaan kemandirian juga diperkuat melalui kegiatan pertanian, perikanan, dan seni.
Sementara itu, aspek kesehatan dijaga lewat senam rutin dan sosialisasi kesehatan guna mendukung kebugaran fisik dan mental warga binaan.
Dengan komitmen pelayanan yang profesional dan berorientasi pada kemanusiaan, Muhammad Rizqi Sholehudin berharap Rutan Kelas IIB Malino dapat menjadi ruang pembinaan yang memberi harapan serta bekal positif bagi warga binaan saat kembali ke masyarakat.
Editor: M. Yusuf





