Kumbanews.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara terus memperkuat upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya di wilayah desa dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi keuangan yang digelar selama tiga hari, 8–10 Januari 2026, di Kabupaten Muna dan Muna Barat.
Kegiatan yang merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) ini dilaksanakan di lima desa, yakni Bangkali Barat, Katobu, Duruka, Lohia (Kabupaten Muna), serta Desa Kusambi (Kabupaten Muna Barat), dengan total peserta sebanyak 366 orang dari kalangan petani, nelayan, ibu rumah tangga, pelaku UMKM, aparatur desa, dan tokoh masyarakat.
Kepala OJK Sulawesi Tenggara melalui Kepala Bagian PEPK dan LMSt, Indra Natsir Dahlan, menyampaikan bahwa edukasi keuangan penting untuk membekali masyarakat agar mampu memanfaatkan layanan keuangan secara bijak serta terhindar dari pinjaman online ilegal, investasi bodong, dan berbagai modus penipuan keuangan.
Pemerintah Kabupaten Muna turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, La Ode Sahiruddin, berharap edukasi keuangan dapat mendorong peningkatan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat desa melalui pemanfaatan layanan keuangan formal yang aman.
Dalam kegiatan ini, OJK juga menyampaikan data penipuan keuangan di Sultra yang mencapai 71 laporan dengan total kerugian sekitar Rp2,05 miliar. Masyarakat diimbau memanfaatkan Indonesia Anti Scam Center (IASC), Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK), dan Kontak OJK 157 untuk pengaduan serta selalu menjaga kerahasiaan data pribadi.
Untuk memperluas inklusi keuangan, OJK Sultra turut menggandeng Bank Sultra dan BPR Bahteramas Raha. Masyarakat menyambut positif kegiatan ini dan berharap edukasi serupa terus berlanjut.





