Pemkab Maros Cairkan Gaji ke-13 ASN Mulai 2 Juni, Anggaran Capai Rp66 Miliar

Kabar baik bagi ASN di Maros. Pemkab Maros mulai mencairkan gaji ke-13 pada 2 Juni 2026 dengan total anggaran mencapai Rp66 miliar. Selain membantu kebutuhan pendidikan anak, kebijakan ini juga diharapkan mendorong perputaran ekonomi daerah. (Ilustrasi)

Kumbanews.com – Ribuan aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Maros segera menerima tambahan penghasilan berupa gaji ke-13. Pemerintah Kabupaten Maros menjadwalkan pencairan hak tersebut mulai Selasa, 2 Juni 2026, setelah pembayaran gaji reguler bulan Juni lebih dulu dilakukan.

Pemkab Maros mengalokasikan anggaran sebesar Rp66 miliar untuk memenuhi pembayaran gaji ASN pada Juni 2026. Jumlah tersebut terbagi masing-masing Rp33 miliar untuk gaji bulanan dan Rp33 miliar untuk gaji ke-13.

Bacaan Lainnya

Kebijakan ini akan menjangkau 5.031 ASN yang bertugas di lingkup Pemerintah Kabupaten Maros, termasuk 1.523 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Khusus bagi PPPK, pemerintah daerah menyiapkan anggaran sekitar Rp5,6 miliar untuk pembayaran gaji ke-13. Selain ASN dan PPPK, hak serupa juga diberikan kepada pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Maros serta Bupati dan Wakil Bupati sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, PPPK paruh waktu tidak termasuk dalam daftar penerima gaji ke-13.

Bupati Maros, Chaidir Syam, mengatakan pencairan gaji ke-13 merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan aparatur sekaligus pemenuhan hak pegawai yang telah diatur dalam regulasi.

Menurutnya, tambahan penghasilan tersebut diharapkan dapat membantu ASN menghadapi berbagai kebutuhan keluarga, terutama menjelang dimulainya tahun ajaran baru.

“Gaji bulan Juni sudah dibayarkan hari ini, sedangkan gaji ke-13 mulai dicairkan besok,” ujar Chaidir, Senin (1/6/2026).

Ia mengimbau para ASN agar memanfaatkan gaji ke-13 secara bijak, khususnya untuk mendukung kebutuhan pendidikan anak dan keperluan keluarga lainnya.

Selain membantu kebutuhan rumah tangga pegawai, pencairan gaji ke-13 juga diperkirakan akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Perputaran uang di masyarakat diprediksi meningkat seiring masuknya dana tersebut ke tangan ribuan penerima di Kabupaten Maros.

“Harapannya, manfaatnya tidak hanya dirasakan ASN, tetapi juga dapat mendorong aktivitas ekonomi masyarakat secara lebih luas,” tutup Chaidir.

 

Pos terkait