Kumbanews.com – Pemerintah Kota Makassar menyiapkan pembangunan sekolah tingkat SMP di Kecamatan Tallo sebagai upaya jangka panjang meredam bentrokan antarkelompok warga di Kampung Sapiria, Kelurahan Lembo, dan Borong Taipa, Kelurahan Suangga.
Wali Kota Makassar, Munafri, menekankan bahwa kawasan tersebut selama ini minim fasilitas pendidikan menengah, sehingga anak-anak dan remaja kekurangan ruang interaksi positif. Kondisi ini membuat mereka lebih mudah terprovokasi dan terseret dalam konflik sesaat.
“Ini adalah salah satu yang perlu kita perjuangkan karena di daerah sini saya lihat tidak ada sekolah-sekolah SMP, tidak ada tempat literasi anak-anak kita,” kata Munafri, Jumat (21/11/2025).
Menurut Munafri, sekolah menjadi fondasi penting untuk mendorong aktivitas rutin, interaksi sosial yang sehat, serta memberikan alternatif kegiatan bagi remaja di luar kelompok mereka. Pembangunan sekolah ini diharapkan melengkapi pendekatan keamanan yang saat ini diperketat aparat.
“Di sana kan tidak ada sekolah SMP. Nah itu harus dibangun, karena kalau tidak ada itu, tidak ada interaksi, tidak bisa bonding mereka satu dengan yang lainnya,” ujarnya.
Rencana ini bagian dari strategi Pemkot menyikapi bentrokan berulang yang memicu kerusakan rumah warga dan mengganggu aktivitas masyarakat. Pemerintah menilai penanganan konflik tidak cukup hanya lewat patroli dan penegakan hukum, melainkan juga melalui pendidikan, pelatihan keterampilan, dan pemberdayaan ekonomi.
“Ini masalah yang bisa muncul di mana saja, bukan cuma di Makassar. Peran masyarakat sangat menentukan. Kami akan masuk pada pola pemberdayaan warga, termasuk pendidikan formal agar mereka punya modal untuk berkembang,” terang Munafri.
Selain pembangunan sekolah, Pemkot akan memperkuat patroli dan membangun pos pengamanan untuk menjaga situasi tetap kondusif. Polisi menyebut kondisi Tallo masih fluktuatif, sehingga pengamanan diperluas lewat patroli jalan kaki, sambang warga, dan penempatan personel Brimob di titik-titik strategis. (***)





