Penularan Masih Tinggi, Pembukaan Sekolah di Sulsel Dikaji Ulang

  • Whatsapp

Ilustrasi

Kumbanews.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengaji ulang rencana pembukaan sekolah pada Januari 2021. Tingginya kasus penularan COVID-19 jadi pertimbangan sehingga pembelajaran tatap muka belum bisa diterapkan di awal tahun.

Bacaan Lainnya

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan, Pemprov tengah memelajari rencana pembukaan kembali sekolah. Melihat kondisi saat ini, berbagai opsi jadi pertimbangan. Bisa jadi cuma sebagian sekolah yang dibuka, sedangkan yang lain tetap secara virtual.

“Tapi nanti lagi dikaji. Bukan kita yang tentukan, (melainkan) sekolahnya sendiri, sejauh mana kesiapan protokol kesehatan,” ujar Nurdin, Selasa (5/1/2021).

1. Kasus COVID-19 terus meningkat sejak akhir Desember

Kasus COVID-19 di Sulsel terus meningkat sejak akhir Desember 2020 lalu. Hingga Selasa 5 Januari 2021, Satgas mencatat total 33.931 kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Sulsel.

Pada Selasa, tercatat penambahan 639 kasus harian di Sulsel. Angka itu kembali jadi rekor tertinggi selama pandemik.

Sejauh ini, Satgas mencatat 29.472 orang sembuh dari COVID-19, dengan penambahan harian 355 orang pada Selasa. Sedangkan total korban yang meninggal sebanyak 615 orang, dengan penambahan enam kasus harian.

2. Pemerintah sempat berencana membuka sekolah tatap muka di Januari 2021

Pada November 2020 lalu, Gubernur Nurdin sempat mengungkapkan rencana pembukaan sekolah pada Januari 2021. Saat itu, kasus COVID-19 memang cenderung melandai sehingga pemerintah menilai sekolah tatap muka sudah bisa dilakukan kembali.

Namun kasus COVID-19 mulai melonjak pada Desember. Jika sebelumnya penambahan kasus harian sekitar 100, belakangan meningkat jadi lebih dari 300 kasus per hari. Soal pembukaan kembali sekolah, Nurdin enggan menyebut kapan tanggal pasti.

“Intinya tatap muka kita tunggu perkembangan,” kata Nurdin.

3. Sekolah bisa buka jika wilayah sudah aman

Di kesempatan yang berbeda, Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Muhammad Jufri, mengatakan dirinya telah menyampaikan pesan kepada pemda se-Sulsel melalui Whatsapp mengenai sekolah tatap muka. Dalam pesan itu dia menyampaikan bahwa kondisi setiap wilayah tentu berbeda-beda.

Dia meminta kepala daerah untuk melihat kondisi di wilayahnya masing-masing. Jika Satgas Penanganan COVID-19 setempat sudah menilai kondisi daerahnya aman dan telah memenuhi seluruh syarat, sekolah tatap muka sudah bisa diterapkan.

“Tapi tetap kembali ke SKB 4 Menteri persyaratannya. Diatur sedemikian rupa agar tidak terjadi kedumunan dan sebagainya,” kata jelasnya, Rabu (6/1/2021).(*)

Pos terkait