Kumbanews.com – Piala Indonesia yang sempat menjadi salah satu turnamen bergengsi sepak bola nasional diketahui telah vakum selama tujuh tahun. Kompetisi terakhir kali digelar pada musim 2018/2019, saat PSM Makassar keluar sebagai juara usai mengalahkan Persija Jakarta di partai final.
Sejak saat itu, turnamen tersebut belum kembali digelar, memunculkan berbagai spekulasi di publik mengenai penyebab mandeknya kompetisi tersebut.
Belakangan, beredar anggapan bahwa vakumnya Piala Indonesia disebabkan oleh kesulitan operator liga dalam menyusun jadwal kompetisi. Namun, Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menyatakan hal tersebut.
“Saya melihat ada narasi seolah-olah I.League kebingungan mencari jadwal. Kami tidak pernah menyampaikan itu,” ujar Asep.
Ia menambahkan bahwa I.League justru telah menyiapkan rencana untuk menghidupkan kembali Piala Indonesia. Hal ini juga sejalan dengan arahan Ketua Umum PSSI Erick Thohir untuk meningkatkan jumlah pertandingan bagi pemain agar menit bermain lebih optimal.
“Justru kami sudah menyiapkan. Kami diminta untuk mencari solusi agar jumlah pertandingan bisa bertambah,” jelasnya.
Meski demikian, Asep menegaskan bahwa detail pelaksanaan masih dalam tahap finalisasi. I.League disebut sedang menyusun kalender kompetisi secara menyeluruh agar seluruh turnamen bisa berjalan sinkron.
Sinkronisasi tersebut tidak hanya mencakup kompetisi domestik seperti Super League dan Championship, tetapi juga harus menyesuaikan dengan agenda internasional seperti AFC Champions League Two, AFC Challenge League, hingga ASEAN Club Championship.
“Kami ingin memastikan semuanya sinkron. Kalau pun turnamen itu diluncurkan, semuanya harus terukur,” tambahnya.
Asep juga memastikan bahwa kepastian terkait kembalinya Piala Indonesia akan diumumkan setelah seluruh persiapan matang. Publik diminta menunggu pengumuman resmi dari operator liga dalam waktu mendatang.





